Lirik Kami Khawatir, Kawan

Kali ini, ke mana lagi
Kauajak tas ranselmu pergi?
Kami khawatir, Kawan
Sumpah, sudah berapa kali
Kaubilang tak mungkin kembali
Kami khawatir, Kawan

Kau tahu ku tahu
Betapa beracunnya benakmu
Bertahan melawan sumpah
Serapah di rumah
Ku tahu kau tahu
Tak mudah membelah antah-berantah
Berkali-kali kita ulangi

Ayo pulang, Kawan
Masuk dulu, hujan

Kau menyerah, sakit hati
Pasti lelah bertengkar lagi
Dengan ayahmu, Kawan
Percayalah, dengar kami
Banyak yang rindu dan peduli
Kakakmu dan kawan-kawan

Pasti ada waktunya nanti
Kaubayar semuanya sendiri
Tapi tak sekarang, Kawan
Dan jikalau jengah, kami mengerti
Namun, jangan enggan dicari
Hampiri kawan-kawan, hm-hm-hm-hm-hm

Kau tahu ku tahu
Betapa beracunnya benakmu
Bertahan melawan sumpah
Serapah di rumah
Ku tahu kau tahu
Tak mudah membelah antah-berantah
Berkali-kali kita ulangi

Ayo pulang, Kawan
Masuk dulu, hujan
Ada waktunya nanti
Kau bisa menjauh pergi
Namun belum, Kawan
Masuk dulu, hujan

Ada caranya melepas diri
Waktu yang tepat untuk dirimu pergi
Namun, tidak seperti ini
Namun, jangan menghilang lagi, Kawan

Makna Lagu Kami Khawatir, Kawan - Hindia

Lagu Kami Khawatir, Kawan dari Hindia bercerita tentang kepedulian terhadap seseorang yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Tokoh dalam lagu melihat seorang teman yang berkali-kali memilih pergi setelah bertengkar di rumah dan merasa tidak sanggup menghadapi hidup. Hal itu tergambar lewat lirik "Sudah berapa kali kaubilang tak mungkin kembali" dan "Betapa beracunnya benakmu", yang menunjukkan bahwa luka yang dialami bukan hanya berasal dari keadaan sekitar, tetapi juga dari pikirannya sendiri. Lagu ini menjadi pengingat bahwa orang yang terlihat ingin menjauh sering kali sebenarnya sedang sangat membutuhkan seseorang untuk tetap peduli.

Pesan paling menyentuh ada di lirik "Ayo pulang, Kawan, masuk dulu, hujan" yang menggunakan hujan sebagai simbol masa-masa sulit dalam hidup. Kalimat itu bukan sekadar ajakan pulang ke rumah, tetapi ajakan untuk beristirahat, menerima bantuan, dan tidak menghadapi semuanya sendirian. Lalu, lirik "Ada caranya melepas diri, waktu yang tepat untuk dirimu pergi, namun tidak seperti ini" menegaskan bahwa setiap orang memang berhak menentukan jalan hidupnya, tetapi jangan sampai memilih cara yang lahir dari keputusasaan. Pada akhirnya, Kami Khawatir, Kawan adalah lagu tentang persahabatan, empati, dan harapan agar siapa pun yang sedang merasa sendirian tahu bahwa masih ada orang yang menunggu, mencari, dan ingin melihatnya baik-baik saja.

Lirik Lagu Hindia

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru