Masih bisakah kau dan teman-temanmu rayakan dunia?
Tengah malam ini 'kan bertemu siapa?
Bisakah Ia tersenyum menyikapi dunia?
Maukah kalian memaafkan kami semua?
Kami rampas berbagai hal yang bisa buatmu bahagia
Jalanmu berat, seumur hidup
Semoga ada bara yang tersisa
Pun kata maaf, jauh terlambat datang
Salahkan kami
Jika suatu saat kau jadi Ibu juga
Paman harap kau ajarkan Ia tuk merayakan dunia
Semoga Ia tak ulangi lalai kami semua
Bisakah tak kau rampas api itu dari dalam dirinya?
Jalanmu berat, seumur hidup
Semoga ada bara yang tersisa
Pun kata maaf, jauh terlambat datang
Salahkan kami
Salahkan kami, kami mengerti
Satu hal yang bisa kau tiru hanya perihal merusak diri
Berharap hal baik yang kau temui hari ini berarti
Saat kau dewasa nanti
Jalanmu berat, seumur hidup
Semoga ada bara yang tersisa
Pun kata maaf, jauh terlambat datang
Salahkan kami
Jalanmu berat, seumur hidup
Semoga ada bara yang tersisa
Pun kata maaf, jauh terlambat datang
Salahkan kami
Alexandra - Hindia
Lagu Alexandra dari Hindia adalah sebuah surat penuh penyesalan dari sudut pandang orang dewasa kepada seorang anak yang harus tumbuh di lingkungan yang penuh luka. Lewat lirik "Maukah kalian memaafkan kami semua? Kami rampas berbagai hal yang bisa buatmu bahagia", tokoh dalam lagu mengakui bahwa generasi sebelumnya telah membuat banyak kesalahan yang berdampak pada kehidupan sang anak. Lagu ini bukan hanya tentang meminta maaf, tetapi juga tentang kesadaran bahwa ada luka yang mungkin tidak bisa diperbaiki hanya dengan kata-kata.
Makna lagu semakin dalam lewat lirik "Jalanmu berat, seumur hidup, semoga ada bara yang tersisa", yang menjadi harapan agar sang anak tetap memiliki semangat meski hidupnya tidak mudah. Sementara itu, kalimat "Satu hal yang bisa kau tiru hanya perihal merusak diri" adalah bentuk kritik dan penyesalan karena orang-orang dewasa merasa telah memberi contoh yang buruk. Di akhir, Hindia menyampaikan secercah harapan melalui lirik "Jika suatu saat kau jadi Ibu juga... ajarkan Ia tuk merayakan dunia", seolah berharap luka dan kesalahan yang terjadi hari ini tidak diwariskan ke generasi berikutnya. Pada akhirnya, Alexandra adalah lagu tentang rasa bersalah, tanggung jawab, dan harapan agar siklus luka dalam keluarga bisa berhenti di generasi yang sekarang.