Keputusan saya, tetap membuatku seorang pembohong
My reasons still make me (rhymes with tire)
Alasan saya masih membuatku (rima dengan ban)
Better never for now and ever,
Lebih baik tidak pernah sekarang dan selamanya,
An extreme to hold, but we all grow is old
Sebuah ekstrem untuk dipegang, tapi kita semua akan menua
Nothing more to leave behind, not a stone unturned
Tak ada lagi yang bisa ditinggalkan, tidak ada batu yang terlewat
Was nothing ever learned?
Apakah tidak ada yang pernah dipelajari?
Is there no solution?
Apakah tidak ada solusi?
Is there no consolation?
Apakah tidak ada penghiburan?
All I can say is never ever again.
Yang bisa saya katakan adalah tak akan pernah lagi.
But no, I cannot pretend.
Tapi tidak, saya tidak bisa berpura-pura.
I can say it again and again and again.
Saya bisa mengatakannya berulang-ulang.
It never ever goes away.
Itu tak pernah pergi.
Not even in the time that's passing by.
Bahkan tidak di waktu yang berlalu.
Not even in time.
Bahkan tidak dalam waktu.