Keterpurukan membuatku melampaui batas,
so I had to admit what I felt like inside,
jadi aku harus mengakui apa yang kurasakan di dalam,
Only you had already realized I am afraid.
Hanya kamu yang sudah menyadari bahwa aku takut.
In the end, just indecision
Pada akhirnya, hanya ketidakpastian
So what are you looking back for, say no more.
Jadi, untuk apa kamu melihat ke belakang? Jangan bicara lagi.
Fuck. I'm vaguely remembering this all before.
Sial. Aku samar-samar mengingat semua ini sebelumnya.
Still I'm to blame. I feel cheap. Cheapness.
Tetap saja, aku yang bersalah. Aku merasa murahan. Keterpurukan.