Seakan ragaku hangus terbakar
Begitu besar api
Tak akan mampu kusirami
Sengajakah kau kirimkan undangan?
Ataukah hanya pelampiasan?
Adakah alasan yang akan kau tunggu?
Apa salahku?
Apa dosaku?
Hingga kau tega menyakiti
Kau yang s'lalu kupuja-puja
Namamu terukir indah
Gelapnya indah dunia
Terluka penuh kecewa
Luka tiada mengesan larut kesepian
Sengajakah kau kirimkan undangan?
Ataukah hanya pelampiasan?
Adakah alasan yang akan kau tunggu?
Apa salahku?
Apa dosaku?
Hingga kau tega menyakiti
Kau yang s'lalu kupuja-puja
Namamu terukir indah
Gelapnya indah dunia
Terluka penuh kecewa
Luka tiada mengesan larut kesepian
Luka tiada mengesan larut kesepian
Kesepian
Makna Lagu Ku Puja Puja
Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang lagi hancur banget setelah disakiti orang yang selama ini dia cintai. Perasaannya digambarkan kayak terbakar, intens banget sampai susah buat ditenangin. Dia tenggelam dalam lamunan, mikirin apa yang sebenarnya terjadi, sampai muncul pertanyaan-pertanyaan kayak "aku salah apa sih?" yang nunjukin betapa dalam rasa kecewa dan bingung yang dia rasain.
Di sisi lain, ada rasa tersinggung dan sakit hati yang makin kuat karena sikap orang yang dia cintai terasa nggak jelas. Undangan atau perlakuan yang diterima malah bikin dia ngerasa cuma dijadiin pelampiasan, bukan prioritas. Padahal sebelumnya, orang itu adalah sosok yang dia puja-puja dan sangat dia banggakan. Kontras antara kenangan indah dan kenyataan pahit ini bikin luka yang dia rasain makin dalam.
Akhirnya, lagu ini terasa seperti curhatan tentang kesepian setelah dikhianati. Rasa sakitnya bukan cuma sebentar, tapi berlarut-larut sampai jadi sepi yang nggak ada ujungnya. Dunia yang dulu terasa indah sekarang jadi gelap, dan dia harus menghadapi semuanya sendirian. Intinya, ini tentang cinta yang terlalu dalam, tapi berakhir dengan luka yang sama dalamnya.