Sudah tujuh tahun
Rotasi waktu hidupku
Binar mata yang membiru
Hari-hari yang lesu
Aku menunggu kamu
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Sudah aku coba
Untuk menghapusmu
Naifku hanya jelaga
Dirindu pada siapa
Kumasih merasakannya
Kamu masih penyebabnya
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Mencoba berdamai dengan diriku
Tapi kau slalu tau itu
Bagaimana mungkin
Ketika kau masih jadi satu-satunya
Alasanku menunggu di lini waktuku
Sungguh tak terasa
Sudah tujuh tahun
Habiskan masa mudaku
Hanya untuk membuatmu
Terkesan kepadaku
Begitu bodohnya aku
Makna Lagu L
Lebih dari sekadar cinta yang tidak terbalas, lagu ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa kehilangan banyak waktu karena terlalu lama menggantungkan kebahagiaannya pada orang lain. Ia berusaha berdamai dengan diri sendiri, tetapi sulit melakukannya karena orang tersebut masih menjadi satu-satunya alasan ia bertahan dalam penantian. Pada akhirnya, muncul kesadaran bahwa selama ini ia telah mengorbankan masa mudanya demi mendapatkan perhatian seseorang yang belum tentu akan memilihnya. Jadi, inti lagu ini adalah tentang penantian panjang terhadap cinta yang tak kunjung terbalas, sulitnya melepaskan seseorang yang masih dicintai, serta penyesalan karena menghabiskan waktu dan masa muda demi berharap bisa memilikinya.