Aku bertemu dengannya di misi,
Living just this side of sin.
Hidup di ambang dosa.
Her mouth was soft and when she spoke,
Bibirnya lembut dan saat dia berbicara,
Lord, I fell right in.
Ya Tuhan, aku langsung terpesona.
She had a baby in a blanket,
Dia membawa bayi dalam selimut,
A dollar and a half.
Dengan uang satu setengah dolar.
She looked a little leery,
Dia tampak sedikit curiga,
She let out a little laugh.
Dia mengeluarkan tawa kecil.
Opened up my overcoat,
Aku membuka mantelku,
Invited them inside.
Mengajak mereka masuk.
Two fragile little flowers,
Dua bunga kecil yang rapuh,
With nowhere left to hide.
Tanpa tempat untuk bersembunyi.
She said her old man left her,
Dia bilang suaminya meninggalkannya,
Just before the baby came.
Tepat sebelum bayi lahir.
I could feel the tears well up inside,
Aku bisa merasakan air mata menggenang,
Each time she spoke his name.
Setiap kali dia menyebut namanya.
Swing low, swing low,
Ayunkan rendah, ayunkan rendah,
Sweet angel face.
Wajah manis bidadari.
Why would such a simple child,
Mengapa anak sederhana seperti itu,
Come to such a place?
Datang ke tempat seperti ini?
We talked until the wind died down,
Kami berbincang hingga angin mereda,
The baby woke and stirred.
Bayi itu terbangun dan bergerak.
She made a little hushing sound,
Dia membuat suara menenangkan,
Spoke some magic word.
Mengucapkan beberapa kata ajaib.
The baby yawned and smiled at me,
Bayi itu menguap dan tersenyum padaku,
But she said: "We can't stay."
Tapi dia bilang: "Kita tidak bisa tinggal."
She thanked me for my kindness,
Dia berterima kasih atas kebaikanku,
Turned and walked away.
Berbalik dan pergi.
Swing low, swing low,
Ayunkan rendah, ayunkan rendah,
Sweet angel face.
Wajah manis bidadari.
Why would such a simple child,
Mengapa anak sederhana seperti itu,
Come to such a place?
Datang ke tempat seperti ini?
I think about them all the time,
Aku selalu memikirkan mereka,
And hope they found their home.
Dan berharap mereka menemukan rumah mereka.
Seems that it's my calling now,
Sepertinya ini adalah panggilanku sekarang,
To walk these streets alone.
Untuk berjalan di jalanan ini sendirian.
Sometimes when the wind is right,
Kadang-kadang saat angin berhembus tepat,
I can smell her sweet perfume.
Aku bisa mencium parfum manisnya.
I think about the warm embrace,
Aku memikirkan pelukan hangat,
That ended all too soon.
Yang berakhir terlalu cepat.
Swing low, swing low,
Ayunkan rendah, ayunkan rendah,
Sweet angel face.
Wajah manis bidadari.
Why would such a simple child,
Mengapa anak sederhana seperti itu,
Come to such a place?
Datang ke tempat seperti ini?
Oh, oh, oh, why would such a simple child,
Oh, oh, oh, mengapa anak sederhana seperti itu,
Come to such a place?
Datang ke tempat seperti ini?