(Dua Agustus lalu)
I told the truth
(Aku mengatakan yang sebenarnya)
Oh, but you didn't like it
(Oh, tapi kamu tidak menyukainya)
You went home
(Kamu pulang)
You're in your Benz, I'm by the gate
(Kamu berada di dalam Benz kamu, aku di dekat gerbang)
Now you go alone
(Sekarang kamu pergi sendiri)
Charm all the people you train for
(Pesona semua orang yang kamu latih)
You mean, well, but aim low
(Maksudmu, baiklah, tapi bidiknya rendah)
And I'll make it known
(Dan aku akan memberitahukannya)
Like I'm getting paid
(Seperti aku dibayar)
That's just the way life goes
(Begitulah kehidupan berjalan)
I like to slam doors closed
(Aku suka membanting pintu hingga tertutup)
Trust me, I know it's always about me
(Percayalah, aku tahu ini selalu tentangku)
I love you, I'm sorry
(Aku mencintaimu, aku minta maaf)
Two summers from now
(Dua musim panas dari sekarang)
We'll have been talking
(Kita akan berbicara)
But not all that often
(Tapi tidak terlalu sering)
We're cool now
(Kita baik-baik saja sekarang)
I'll be on a boat and you're on a plane
(Aku akan naik perahu dan kamu naik pesawat)
Going somewhere same
(Pergi ke suatu tempat yang sama)
And I'll have a drink
(Dan aku akan minum)
Wistfully lean out my window
(Dengan sedih bersandar ke luar jendelaku)
And watch the sun set on the lake
(Dan saksikan matahari terbenam di danau)
I might not feel real but it's okay
(Aku mungkin tidak merasa nyata tapi tidak apa-apa)
Mm
'Cause that's just the way life goes
(Karena begitulah kehidupan berjalan)
I push my luck, it shows
(Aku mendorong keberuntunganku, itu terlihat)
Thankful you don't send someone to kill me
(Bersyukurlah kamu tidak mengirim seseorang untuk membunuhku)
I love you, I'm sorry
(Aku mencintaimu, aku minta maaf)
You were the best, but you were the worst
(Kamu yang terbaik, tapi kamu yang terburuk)
As sick as it sounds, I loved you first
(Walaupun kedengarannya sakit, aku mencintaimu lebih dulu)
I was a dick, it is what it is
(Aku memang brengsek, begitulah adanya)
A habit to kick, the age old curse
(Sebuah kebiasaan untuk menendang, kutukan kuno)
I tend to laugh whenever I'm sad
(Aku cenderung tertawa setiap kali aku sedih)
I stare at the crash, it actually works
(Aku menatap kecelakaan itu, itu benar-benar berhasil)
Making amends
(Melakukan perbaikan)
This shit never ends
(Sialan ini tidak pernah berakhir)
I'm wrong again
(Aku salah lagi)
Wrong again
(Salah lagi)
The way life goes
(Bagaimana kehidupan berjalan)
Joyriding down our road
(Bergembira di jalan kita)
Lay on the horn
(Berbaring di klakson)
To prove that it haunts me
(Untuk membuktikan bahwa itu menghantuiku)
I love you, I'm sorry
(Aku mencintaimu, aku minta maaf)
The way life goes
(Bagaimana kehidupan berjalan)
I wanna speak in code
(Aku ingin berbicara dalam kode)
Hope that I don't
(Kuharap aku tidak melakukannya)
Won't make it about me
(Tidak akan membahas tentang aku)
I love you, I'm sorry
(Aku mencintaimu, aku minta maaf)
Makna Lagu I Love You, I'm Sorry
Lirik lagu ini menggambarkan penyesalan seseorang terhadap hubungan di masa lalu yang tidak berjalan dengan baik. Ia teringat pada momen ketika dirinya pernah jujur tentang sesuatu, tetapi kejujuran itu justru membuat hubungan mereka retak. Sejak saat itu, keduanya berjalan di jalan hidup masing-masing. Meski begitu, kenangan tentang orang tersebut masih terus muncul, seolah menjadi bagian dari cerita hidup yang sulit dilupakan.
Di dalam lagu ini juga terasa campuran emosi antara cinta, penyesalan, dan penerimaan. Tokohnya sadar bahwa ia juga punya kesalahan dalam hubungan itu. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya mungkin pernah bersikap buruk. Namun di balik semua konflik itu, ia tetap mengingat orang tersebut sebagai sosok yang pernah sangat berarti dalam hidupnya. Hubungan itu mungkin tidak sempurna, bahkan penuh luka, tetapi tetap meninggalkan kesan yang dalam.
Pada akhirnya, lagu ini terasa seperti refleksi tentang bagaimana hidup terus berjalan meskipun ada hubungan yang berakhir. Kedua orang mungkin sudah menjalani kehidupan masing-masing, bertemu orang baru, dan pergi ke tempat berbeda. Tetapi kenangan dan perasaan yang pernah ada tidak benar-benar hilang. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang masih menyimpan cinta dan penyesalan, sambil perlahan menerima bahwa masa lalu memang tidak bisa diulang.