Lirik Bendera-Bendera - Gombloh

X

Tips Pencarian Lirik Favorit Anda

Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Rabaan jemariku petik dawai-dawai mandolin
berbangkit ku menyatu halusinasi rasa kebanggaan
berbendera satu, merah di garbaku, putih di nafasku, bergelombang

Coretan pena-pena lukis lontar-lontar penyuluh
pewaris kuat rangsang berkiblatkan rasa kebangsaan
berbahasa waktu kuning di tindakku segar selaputku
berpagarkan karang terjal

Ku tak tahu mengapa meremang kudukku menggigil tubuhku waktu itu
ku tak tahu mengapa sedih yang membekas bilangan berbelas memelukku
derap merah putih biru lewat laut lalu menjamah kotaku
pamflet nada tinggi kilat sangkur putih
tak menggiriskan, tak menggetarkan jiwamu

Yell pekik dan keringat memelosok sudut kota
alur nadi senada memateri rongga dada dan pecah
darahmu memerah saga, merah di jalanan, merah di runtuhan
berbau mesiu, berbau melati, dan ku tandai hari itu
10 november 1945, merdeka! atau mati!

[pidato Bung Tomo @ radio Surabaya]

Rabaan jemariku petik dawai-dawai mandolin
berbangkit ku menyatu halusinasi rasa kebanggaan
berbendera satu, merah di garbaku, putih di nafasku, bergelombang
rabaan jemariku petik dawai-dawai mandolin