Lagu "Tulang Punggung" – Fiersa Besari ini dalem banget dan real banget tentang perjuangan seorang pencari nafkah buat keluarganya. Dari awal liriknya udah kebayang capeknya kerja banting tulang, sampai kadang nggak sempat pulang. Hidup nggak mewah, nggak berlimpah harta, tapi tetap disyukuri. Ada rasa lelah yang dipendam sendiri, karena sebagai "tulang punggung", dia merasa harus kuat dan nggak boleh kelihatan rapuh di depan orang rumah.
Bagian yang paling ngena itu waktu dia minta "sehari lagi" dan bilang beban di pundaknya nggak perlu diketahui. Itu nunjukin betapa seringnya seseorang memikul tekanan sendirian demi orang yang dia sayang. Dia sadar belum bisa ngasih hidup sesuai cita-cita, tapi untungnya punya pasangan yang mau tetap bareng dalam suka duka. Lagu ini bukan cuma soal tanggung jawab, tapi juga soal partnership dan saling menguatkan di tengah kerasnya hidup.
Di bagian akhir, suasananya makin haru. Bangun tengah malam buat ibadah, nangis diam-diam, tapi tetap senyum di siang hari. "Dalam tubuh yang sehat, jiwa belum tentu kuat" itu relate banget kadang fisik kelihatan baik-baik aja, tapi mental lagi capek banget. Meski begitu, dia tetap bertahan, satu hari lagi, demi keluarga. Lagu ini tuh pengingat kalau di balik sosok yang terlihat kuat, ada hati yang juga butuh dipeluk