Lagu ini gambarin potret kehilangan yang paling sunyi. Tentang seseorang yang ditinggal untuk selamanya dan baru sadar banyak hal yang belum sempat dilakukan. Ada rasa marah pada diri sendiri, ada penyesalan karena merasa kurang memberi waktu, kurang menunjukkan sayang.
Perasaan kehilangan di lagu ini bukan cuma sedih, tapi juga penuh rasa bersalah. Keinginan sederhana seperti memeluk sekali lagi terasa mustahil. Saat semuanya sudah terlambat, yang tersisa cuma rindu yang nggak bisa lagi disampaikan secara langsung.
Intinya lagu ini ngajarin tentang nerima dengan cara yang paling tenang, lewat doa. Tentang menitipkan orang yang dicintai pada Tuhan, dan percaya suatu hari nanti akan ada pertemuan kembali.