Lirik Belum Punah - Fiersa Besari
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Tanpa sengaja kudengar lagu kesukaanmu sewaktu dulu
Deras cerita membanjiriku tentang caramu lukis tawaku
Kau yang menuntun, aku yang menuntut
Kisah kita sangat indah, hingga perlahan berubah
Kau yang terlalu pengalah, hadapi aku yang pemarah
Kadang aku rasa bersalah, kenapa dulu berpisah
Kini kau telah menikah, namun rasa belum punah
Selalu ada satu orang yang teristimewa tak tegantikan
Aku hanya rindu kita yang dulu, tidak bermaksud curi hatimu
Kau telah dengannya, aku pun juga sama
Kisah kita sangat indah, hingga perlahan berubah
Kau yang terlalu pengalah, hadapi aku yang pemarah
Kadang aku rasa bersalah, kenapa dulu berpisah
Kini kau telah menikah, tinggalkan hati yang patah
Memaksaku untuk pasrah, meski rasa belum punah
Deras cerita membanjiriku tentang caramu lukis tawaku
Kau yang menuntun, aku yang menuntut
Kisah kita sangat indah, hingga perlahan berubah
Kau yang terlalu pengalah, hadapi aku yang pemarah
Kadang aku rasa bersalah, kenapa dulu berpisah
Kini kau telah menikah, namun rasa belum punah
Selalu ada satu orang yang teristimewa tak tegantikan
Aku hanya rindu kita yang dulu, tidak bermaksud curi hatimu
Kau telah dengannya, aku pun juga sama
Kisah kita sangat indah, hingga perlahan berubah
Kau yang terlalu pengalah, hadapi aku yang pemarah
Kadang aku rasa bersalah, kenapa dulu berpisah
Kini kau telah menikah, tinggalkan hati yang patah
Memaksaku untuk pasrah, meski rasa belum punah