Ku janji esok pasti kan jadi
Hari pertama ku lupakan dia
Tapi sepertinya, ku tak berhasil
Kepalaku bilang pergi yang jauh
Ingat air mata yang dulu
Tapi sayang sekali, hatiku rindu
Jatuh, ku tak takut
Untukmu, ku jemput
Ke langit atau laut
Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya
Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah
Janji besok, ku tak kalah
Tapi ada kala ku goyah
Lupa sumpah kemarin
Lupakanmu mulai hari ini
Sebangun tidurku pagi tadi (ku bisikkan)
Jangan ingat dia hari ini
Tapi sayang sekali, hatiku rindu
Jatuh, ku tak takut
Untukmu, ku jemput
Ke langit atau laut
Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya
Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah
Janji besok,ku tak kalah
Tapi ada kala ku goyah
Lupa sumpah kemarin
Lupakanmu mulai hari ini
Bahkan tidur malam saja, ku tak berani
Takutnya ada kau di mimpi
Melibatkanmu ku lemah, tahu sendiri
Siang sampai ke larut
Kau ajak ku ikut
Ke langit atau laut
Masalahnya, aku tahu kau yang sebenar-benarnya
Masalahnya, aku tahu manusia tak mungkin berubah
Janji besok, ku tak kalah
Tapi ada kala ku goyah
Lupa sumpah kemarin
Lupakanmu mulai hari ini
Makna Lagu Masalahnya
Lirik ini menggambarkan seseorang yang sebenarnya sudah tahu bahwa hubungan tersebut sebaiknya ditinggalkan, apalagi ia sadar orang yang dicintainya mungkin tidak akan berubah. Berkali-kali ia berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan dan memulai hari baru tanpa mengingat mantan, tetapi rasa rindu selalu datang lagi. Logika menyuruhnya pergi karena masih teringat luka dan air mata masa lalu, sementara hati justru terus menariknya kembali. Jadi, ada konflik antara keinginan untuk move on dan perasaan yang ternyata belum benar-benar selesai.
Di bagian lain, terlihat betapa kuatnya pengaruh orang tersebut sampai membuat si tokoh utama takut tidur karena khawatir memimpikannya lagi. Ia sadar bahwa ketika sudah menyangkut orang yang dicintai, dirinya menjadi lemah dan mudah goyah. Makna besarnya adalah tentang perjuangan melepaskan seseorang yang sebenarnya sudah tahu tidak baik untuk dipertahankan, tetapi hati belum siap benar-benar pergi. Setiap hari ia mencoba melupakan, namun setiap hari pula rasa rindu membuatnya kembali pada titik yang sama.