menyusuri gelap dan cahaya
Semua luka pernah kujadikan rumah
yang kini kupeluk dengan doa
Kini kutahu tenang adalah jawaban
Bila hati tak lagi meminta
Segalanya tak harus sempurna
untuk merasa bahagia
Dan bila malam datang lagi
Kuselimuti lara
dengan arti palum
Palum palumlah syukurmu
Penuh penuhlah cintamu
Menuntun langkah yang tersisa
Kembali pulang pada cahaya
(Palum palumlah syukurmu)
Dan bila malam datang lagi
Kuselimuti lara
dengan arti palum
Palum palumlah syukurmu
Penuh penuhlah cintamu
Menuntun langkah yang tersisa
Kembali pulang pada cahaya
(Palum palumlah syukurmu)
(Palum palumlah syukurmu)
(Palum palumlah syukurmu)
(Palum palumlah syukurmu)
Palum palumlah syukurmu
Makna lagu 'Palum'
Lagu Fanny Soegi berjudul Palum menggambarkan tentang perjalanan hidup seseorang yang sudah melewati banyak fase, mulai dari masa gelap sampai menemukan titik terang. Lirik “semua luka pernah kujadikan rumah” menggambarkan bahwa rasa sakit dan kesedihan pernah begitu dekat tetapi kini semua itu mulai diterima dengan lebih ikhlas lewat doa dan proses berdamai dengan diri sendiri. Lagu ini juga menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu harus datang dari hidup yang sempurna, melainkan dari hati yang sudah belajar tenang dan berhenti menuntut banyak hal.
Di bagian reff, kata “Palum” digambarkan sebagai simbol rasa syukur, cinta, dan harapan yang membantu seseorang tetap kuat saat menghadapi masa sulit. Ketika “malam datang lagi”, yang berarti kesedihan atau masalah kembali muncul, ia memilih memeluk rasa lara itu dengan penuh penerimaan. Pesan utama lagu ini adalah tentang belajar bersyukur, mencintai hidup apa adanya, dan terus melangkah menuju “cahaya” atau keadaan hati yang lebih damai dan tenang.