Ku dijodohkan orang tuaku
Ku tak bisa menolak
Bukan ku menerima
Tapi semua demi orang tuaku
Aku mencintaimu
Sepenuh hatiku
Mohon maafkan aku
Ku berharap
Suatu hari nanti
Engkau bisa merelakan diriku
Karna engkau
Bisa dapatkan
Yang lebih baik dariku, kasih
Esok ku berdua duduk di atas pelaminan
Bersanding dengan dia
Aku tak sanggup membendung air mata
Ku ingat dirimu, sayang
Ku berharap, Tuhan, ku berharap
Dialah jodohku
Tapi ternyata bukan jodohku
Maafkan sayang, maafkan aku
Ku dijodohkan orang tuaku
Ku tak bisa menolak
Bukan ku menerima
Tapi semua demi orang tuaku
Aku mencintaimu
Sepenuh hatiku
Mohon maafkan aku
Maaf, bukanlah
Jodohmu
Makna Lagu Maaf Bukan Jodoh
Lagu Maaf Bukan Jodoh dari Evi Masamba ini menceritakan tentang cinta yang harus kandas bukan karena sudah nggak sayang, tapi karena keadaan dan restu orang tua. Si penyanyi sebenarnya masih sangat mencintai pasangannya, tapi dia dipaksa menerima perjodohan yang sudah ditentukan keluarganya. Di sini terasa banget konflik batin antara mengikuti hati sendiri atau berbakti pada orang tua.
Bagian "aku tak bisa menolak, bukan ku menerima, tapi semua demi orang tuaku" jadi inti paling sedih dari lagu ini. Artinya, dia menjalani pernikahan itu bukan karena cinta, melainkan karena merasa nggak punya pilihan. Bahkan saat duduk di pelaminan bersama orang lain, pikirannya masih teringat orang yang benar-benar dia cintai. Itu bikin lagu ini terasa pahit banget, karena menunjukkan kalau cinta saja kadang nggak cukup untuk menyatukan dua orang.
Secara keseluruhan, lagu ini punya makna tentang keikhlasan dan rasa kehilangan yang dalam. Ada permintaan maaf, penyesalan, sekaligus harapan supaya orang yang ditinggalkan bisa menemukan kebahagiaan yang lebih baik. Vibes-nya mellow dan menyayat hati, apalagi buat orang yang pernah gagal bersama seseorang bukan karena kurang cinta, tapi karena keadaan yang nggak mendukung.