Tadi malam, sendirian di sebuah pesta
I met a man, oooooh, with a drink in his hand
Aku bertemu seorang pria, oooooh, dengan minuman di tangannya
he had soft brown eyes and coal black hair
Dia punya mata cokelat lembut dan rambut hitam legam
And a smile a girl could understand
Dan senyumnya bisa dimengerti oleh seorang gadis
He came and set down at my table
Dia datang dan duduk di mejaku
And placed his warm hand, oooooooooh, on mine
Dan meletakkan tangannya yang hangat, oooooooooh, di atas tanganku
I found myself wanting, longing, to kiss him, yes I did
Aku merasa ingin, sangat ingin, menciumnya, ya, aku melakukannya
For temptation was flowing like wine
Karena godaan mengalir seperti anggur
Then we danced, we danced, he whispered
Lalu kami menari, kami menari, dia berbisik
'Baby, I need you now'
'Sayang, aku butuh kamu sekarang'
'Let me take you away' oooooooooh 'I wanna be yo' man'
'Biarkan aku membawamu pergi' oooooooooh 'Aku ingin jadi pria kamu'
I looked in his eyes and I saw it, yes I saw it,
Aku melihat ke dalam matanya dan aku melihatnya, ya, aku melihatnya,
the reflection of my wedding band
cahaya cincin kawinku
I was almost, almost, almost persuaded
Aku hampir, hampir, hampir terpikat
to lay my ol' conscience right on the side
untuk menyingkirkan suara hatiku yang lama
I was almost, almost, almost persuaded
Aku hampir, hampir, hampir terpikat
aaahhhhooooooooohhhhh!
aaahhhhooooooooohhhhh!