Lirik Naikkan Gaji - Enau
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
youtube/Aku Enau
Enau yang memiliki nama asli Putra Permana merilis lagu NAIKKAN GAJI pada 25 April 2022. Lagu ini menceritakan para pekerja yang meminta dan menginginkan gaji dinaikkan. Lagu ini sangat easy listening dan relate dengan banyak orang. Yuk simak liriknya di bawah ini…
Naikkan gaji, sejahterakan kami
Naikkan gaji, saldo butuh koreksi
Sedikit tambahan, beras di panci
Lambung terisi, kami semangat kerja lagi
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan.
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan dompet jadi pajangan
Naikkan gaji, penuhi ekspektasi
Naikkan gaji, cepat realisasi
Habis-habisan, lembur udah pasti
Si Bos kenyang, kami yang rugi
Oh, minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan (perlahan-lahan) dompet jadi pajangan
Kami minta naik gaji
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan (perlahan-lahan)
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Kucoba nikmati yang ada
Bersyukur pastinya
Dilema
Tak kerja pun sengsara
Naikkan gaji, sejahterakan kami
Naikkan gaji, saldo butuh koreksi
Sedikit tambahan, beras di panci
Lambung terisi, kami semangat kerja lagi
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan.
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan dompet jadi pajangan
Naikkan gaji, penuhi ekspektasi
Naikkan gaji, cepat realisasi
Habis-habisan, lembur udah pasti
Si Bos kenyang, kami yang rugi
Oh, minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan (perlahan-lahan) dompet jadi pajangan
Kami minta naik gaji
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Bayar kontrakan pas-pasan
Beli rokok ketengan
Perlahan (perlahan-lahan)
Minggu pertama
Bahagia makan mie instan
Sisanya banyak cicilan
Bertanya, "Gimana?" (uh-uh)
Kucoba nikmati yang ada
Bersyukur pastinya
Dilema
Tak kerja pun sengsara