Kamu tahu ini semua cuma permainan.
That we play back and forth.
Yang kita mainkan bolak-balik.
I leave. You chase.
Aku pergi. Kamu kejar.
And we're back to square one.
Dan kita kembali ke titik awal.
We were not meant to be.
Kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama.
And I tried my best to work it through.
Dan aku sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikannya.
I asked my friends "what should I do?"
Aku tanya teman-temanku, "apa yang harus aku lakukan?"
Their only advice was leaving you.
Satu-satunya saran mereka adalah meninggalkanmu.
But I'm glad I did.
Tapi aku senang sudah melakukannya.
Or at least that's what I tell myself.
Atau setidaknya itulah yang aku katakan pada diriku sendiri.
I swear to god I never would have known
Demi Tuhan, aku tidak akan pernah tahu
your face or your name.
wajahmu atau namamu.
If every day is a constant reminder you're a
Jika setiap hari adalah pengingat bahwa kamu adalah
whore, liar, ghost, harlot.
perempuan murahan, pembohong, hantu, pelacur.
And it's sad to say, that
Dan menyedihkan untuk dikatakan, bahwa
I still cry to the Bayside CD every day.
aku masih menangis mendengarkan CD Bayside setiap hari.
Don't you know that those songs are about you?
Kamu tidak tahu bahwa lagu-lagu itu tentangmu?
Check tracks 8 and 9.
Cek lagu nomor 8 dan 9.
Then call me back.
Lalu hubungi aku lagi.
You ask me "when is it over?"
Kamu bertanya padaku, "kapan ini berakhir?"
Over? This isn't over till I say it's over.
Berakhir? Ini belum berakhir sampai aku bilang berakhir.
Back to Square one.
Kembali ke titik awal.
Come On
Ayo!