Lagu ini ngebahas hubungan yang toxic dan penuh konflik, tapi dua-duanya tetap susah buat lepas. Di bagian chorus, ada gambaran tentang seseorang yang cuma berdiri dan lihat pasangannya "terbakar" secara emosional. Sakit, nangis, tapi tetap bertahan karena cinta itu terasa candu. Ada kesadaran kalau disakiti, tapi anehnya justru terbiasa dan tetap mencintai kebohongan yang ada.
Di verse pertama dan kedua, digambarin hubungan yang naik turun ekstrem. Kadang rasanya luar biasa bahagia, kayak dunia milik berdua. Tapi saat lagi buruk, berubah jadi pertengkaran, kata-kata kasar, bahkan kekerasan. Mereka saling menyakiti, lalu minta maaf, janji berubah, tapi akhirnya mengulang pola yang sama. Cinta di sini terasa seperti siklus yang susah diputus, campuran antara ketergantungan, emosi meledak-ledak, dan rasa posesif.
Di bagian akhir, makin kelihatan betapa nggak sehatnya hubungan itu. Ada penyesalan, ada permintaan balikan, tapi juga ancaman dan manipulasi. Perumpamaan seperti tornado dan gunung berapi nunjukin dua kepribadian kuat yang kalau disatuin malah jadi bencana. Intinya, lagu ini nunjukin sisi gelap cinta, ketika rasa sayang berubah jadi obsesi dan saling menghancurkan, tapi tetap terasa susah banget untuk pergi.