sementara malam mulai datang
Hasratku ingin bercermin
Tapi cerminku pecah seribu
Pacah seribu
Ibarat bunga
aku takut banyak kumbang yang hinggap
Aku tak mau
patah patah tangkaiku patah
Aku tak mau
Hanya dia
Hanya dia yang ada diantara jantung hati
Tempat bermanja tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh angin kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
Hanya dia
Hanya dia yang ada diantara jantung hati
Tempat bermanja tempatnya rindu
Tempat curahan hati yang damai
Entah apa bagaikan kayu basah dimakan api
Api curiga api cemburu
Api kerinduan yang membara
Oh angin kabarkan
Melati di depan rumahku menantimu
Duhai angin kabarkanlah melati menanti
Makna Lagu Pecah Seribu
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang dilanda bimbang, cemburu, dan rindu kepada orang yang sangat dicintainya. Ia takut kehilangan orang tersebut atau ada orang lain yang datang dan mengganggu hubungan mereka. Perasaan itu digambarkan seperti bunga yang takut tangkainya patah ketika banyak kumbang hinggap, sementara “cermin pecah seribu” menggambarkan hati atau pikirannya yang sedang tidak tenang dan penuh keraguan.
Meski diliputi rasa curiga dan cemburu, sebenarnya hanya satu orang yang menjadi tempat ia mencurahkan kasih sayang, rindu, dan segala isi hati. Ia berharap orang yang dicintainya tahu bahwa dirinya masih menunggu, bahkan sampai meminta angin menyampaikan pesan kepada “melati” yang menjadi simbol penantian dan kerinduan. Jadi, inti lagu ini adalah tentang cinta yang sangat dalam, tetapi dibayangi rasa cemburu, takut kehilangan, dan kerinduan kepada seseorang yang tetap dinantikan.




















