Marah yang kemaren bang jangan dipikir
Itik itik itik itik itik itik
Aku cuma bercanda jangan diambil hati
Abang ... diri ini hanya milik abang
Dari musim duren sampai musim banjir
Marah yang kemaren bang jangan dipikir
Jangan kau sakit hati
Jangan jangan kau pergi, aku sendiri
Dimalam terang bulan
Ingin duduk di taman, siapa yang tuntun
Ku takut malam minggu
Kau tak datang bertamu
Siapa yang rayu
Kalau abang tak datang
Aku takut kau hilang
Siapa yang sayang
Aku hanya menggoda
Itu sudah biasa
Bunganya cinta
Makna Lagu Bercanda
Lagu ini bercerita tentang seseorang yang berusaha membujuk kekasihnya agar tidak lagi marah karena candaan yang sempat membuatnya tersinggung. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyakiti hati sang kekasih dan hanya ingin menggoda sebagai bagian dari kemesraan mereka. Di balik sikapnya yang suka bercanda, ia ingin meyakinkan bahwa hatinya tetap milik sang kekasih dan tidak ingin pertengkaran kecil merusak hubungan mereka.
Di sisi lain, ia khawatir kekasihnya akan menjauh atau tidak lagi datang menemuinya, terutama saat malam minggu yang biasa mereka nantikan. Ia takut kehilangan perhatian dan kasih sayang yang selama ini membuatnya merasa dicintai. Lagu ini menggambarkan hubungan romantis yang penuh godaan dan canda, tetapi tetap menyimpan rasa takut kehilangan serta keinginan untuk terus bersama.




















