Dulu, aku adalah anak badai
There was no eye in me for you to hide
Tak ada tempat untukmu bersembunyi di dalam diriku
Head low don’t show oceans in my eyes
Kepala menunduk, jangan tunjukkan lautan di mataku
As the waves clap goodbye to sorrow
Saat ombak melambai selamat tinggal pada kesedihan
Daddy’s on the mountain yellin at the bloody sky
Ayah di gunung berteriak pada langit yang berdarah
Mama’s in the mirror actin out another life
Ibu di cermin berakting seolah hidup di dunia lain
Children in the schoolyard singin ‘everybody dies’
Anak-anak di halaman sekolah menyanyikan 'semua orang mati'
And I am on the corner with a sentimental eye
Dan aku di sudut dengan tatapan penuh perasaan
I am on the corner singin sentimental lies
Aku di sudut menyanyikan kebohongan yang penuh perasaan
Hopped up on a gypsy train with tracks that you can hide
Naik kereta gipsi dengan rel yang bisa kau sembunyikan
That way no storm could follow our tomorrows
Dengan begitu, tak ada badai yang bisa mengikuti hari esok kita
But Shackled to a suitcase full of automatic thunder
Tapi terikat pada koper penuh guntur otomatis
CLAP!
DOR!
All hail to death’s boy-wonder
Salam untuk anak ajaib kematian
JJ’s in the kitchen talking bout the end of times
JJ di dapur bicara tentang akhir zaman
Mo’s thowin Kerouac to Catch Her In the Rye
Mo melempar Kerouac untuk 'Catch Her In the Rye'
Tempermental yogis bakin merryweather pie
Yogi yang moody sedang memanggang pai cuaca bahagia
And I am on the corner with a sentimental eye
Dan aku di sudut dengan tatapan penuh perasaan
I am on the corner singin sentimental lies
Aku di sudut menyanyikan kebohongan yang penuh perasaan
Sometimes said it’s suntime
Kadang dikatakan ini saatnya bersinar
Let it sunshine on my mind
Biarkan sinar matahari menyinari pikiranku
All the same its conscience waiting
Semua sama, itu adalah hati nurani yang menunggu
Cross the line
Menyeberangi batas
Last night I dreamed myself upon a golden glade
Tadi malam aku bermimpi berada di padang emas
The clouds passed in and out of my reflection
Awan datang dan pergi dari pantulanku
And everyone I’ve known held my hands till they were clay
Dan semua yang aku kenal menggenggam tanganku hingga menjadi tanah liat
And the storm finally bled from my complexion
Dan badai akhirnya mengalir dari wajahku
Now Jadey’s on the mountain singing ‘We will never die’
Sekarang Jadey di gunung menyanyikan 'Kita takkan pernah mati'
The band is in the rainbow playin love for you and I
Band ada di pelangi memainkan cinta untuk kita berdua
Heath is riding shotgun aimin at the paper sky
Heath duduk di samping mengarahkan pada langit kertas
And I am only ‘I am’ now I’ve opened up my eye
Dan aku hanya 'aku' sekarang setelah membuka mataku
I am only ‘I am’ that I’ve opened up my eye
Aku hanya 'aku' yang telah membuka mataku
Sometimes said its suntime
Kadang dikatakan ini saatnya bersinar
Let it sunshine on my mind
Biarkan sinar matahari menyinari pikiranku
Healing I need healing
Aku butuh penyembuhan
A good feeling I can Shine
Perasaan baik yang bisa aku pancarkan
Feel it like you can see it
Rasakan seolah kau bisa melihatnya
Like you can dream it in your mind
Seolah kau bisa memimpikannya dalam pikiranmu
Sunny Hallelujah comin to ya
Hallelujah cerah datang padamu
Rain or shine
Hujan atau cerah
All the same its Conscience waiting
Semua sama, itu adalah hati nurani yang menunggu
Cross the line
Menyeberangi batas