Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Makna Lagu Titip Rindu Buat Ayah
Pada bagian ketika anak merindukan ayahnya dan keinginan untuk kembali menuai padi bersama, terasa pula kerinduan terhadap kebersamaan yang mungkin kini sulit diwujudkan karena tanggung jawab dan beban hidup yang harus ditanggung. Lagu ini bukan hanya tentang pengorbanan seorang ayah, tetapi juga tentang hubungan ayah dan anak yang dipenuhi kasih sayang, rasa hormat, serta kerinduan. Ada kesadaran bahwa waktu terus berjalan, orang tua semakin menua, sementara anak pun mulai menghadapi perjuangannya sendiri. Jadi, inti lagu ini adalah tentang perjuangan dan pengorbanan seorang ayah demi keluarga, keteguhan dalam menghadapi kerasnya kehidupan, serta kerinduan anak terhadap sosok ayah yang begitu berarti dalam hidupnya.




















