• Semua
  • Profil
  • Berita
  • Foto
  • Berita Foto
  • Video
  • Lirik

Lirik Sesi Potret - eńau, Ari Lesmana

X

Tips Pencarian Lirik Favorit Anda

Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Lirik Sesi Potret - eńau, Ari Lesmana
Youtube/Aku eńau
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha KayaJasa aransemen lagu

Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah di tangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang...

[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu kubenci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh... Satu... dua... tiga...
Ini nyata, kau telah pergi...Tiket konser

[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikkan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu...

Makna Lirik Lagu Sesi Potret - eńau, Ari Lesmana

Lirik ini nyeritain penyesalan yang dalem banget dari seseorang yang terlalu sibuk ngejar nafkah sampai harus jauh dari rumah. Dulu dia selalu punya alasan buat nggak pulang uang belum cukup, kerjaan belum beres. Sekarang pas akhirnya keadaan udah membaik dan dia bisa bawa oleh-oleh, ternyata semuanya udah terlambat. Orang yang paling dia tuju, yang doanya selalu ngiringin, justru udah "pulang" lebih dulu dalam arti meninggal. Twist emosinya nusuk banget: dia pulang dengan harapan bahagia, tapi yang ditemuin cuma kehilangan.

Bagian "rumah baru", "hanya papan dan namamu" jelas jadi metafora makam. Dia datang buat ziarah, tapi tetap aja nggak siap nerima kenyataan. Hal-hal kecil yang dulu biasa ocehan, wangi khas, momen foto bareng sekarang jadi kenangan yang bikin dada sesek. Bahkan hal se-simple susunan orang pas foto keluarga pun terasa janggal karena ada satu sosok yang hilang. Rindu di sini digambarin bukan cuma jauh jarak, tapi jauh yang nggak bisa ditempuh lagi selamanya.

Intinya, lagu ini tentang duka, rasa bersalah, dan sulitnya ikhlas. Si tokoh sadar dia belum sempat ngungkapin rasa sayang dan terima kasih secara langsung. "Ikhlas masih amatir" itu real banget karena kehilangan orang tersayang nggak pernah gampang diterima, mau sekuat apa pun kita keliatan di luar. Lagu ini kayak pengingat halus tapi nyelekit: jangan nunggu "nanti" buat pulang, ngobrol, atau bilang sayang, karena kadang kesempatan itu nggak datang dua kali.