Ada sesuatu dalam amplop yang dia berikan padanya
That weighed more to him than paper and some ink
Yang terasa lebih berat baginya daripada sekadar kertas dan tinta
It had a hint of something darker and a hint of something sweet
Ada sedikit nuansa gelap dan sedikit rasa manis
And a little extra glue right on the tip
Dan sedikit lem ekstra di ujungnya
There was something in the pain that shot right through him
Ada sesuatu dalam rasa sakit yang menghujamnya
As he climbed up to the place he called his home
Saat dia mendaki ke tempat yang dia sebut rumah
They say every man's house should be his palace
Mereka bilang rumah setiap orang harusnya jadi istananya
But his castle stank of cat shit and alone
Tapi kastilnya bau kotoran kucing dan kesepian
So he opened it and found a faded picture
Jadi dia membukanya dan menemukan foto pudar
Of a girl he's never met, but somehow seen
Dari seorang gadis yang belum pernah dia temui, tapi entah kenapa terlihat akrab
Like a memory of a dream from early childhood
Seperti kenangan mimpi dari masa kecilnya
Like a virgin's idea of release
Seperti gagasan seorang perawan tentang kebebasan
She said "I can bend my arms until they're backward
Dia berkata, "Aku bisa membengkokkan tanganku sampai terbalik
But you can't bend your will to take in mine
Tapi kau tak bisa membengkokkan kehendakmu untuk menerima milikku
And I could hold my breath until next Wednesday
Dan aku bisa menahan napas sampai Rabu depan
And still be doing fine"
Dan tetap baik-baik saja"
He was sad in ways he couldn't tell her
Dia sedih dengan cara yang tak bisa dia ungkapkan padanya
Though she could make his sadness all her own
Walaupun dia bisa membuat kesedihannya menjadi miliknya
He couldn't see the use in spreading sadness
Dia tak melihat gunanya menyebarkan kesedihan
So he took his dark depression and went home
Jadi dia membawa depresi gelapnya dan pulang
She saw things in him he never bargained
Dia melihat hal-hal dalam dirinya yang tak pernah dia duga
But it wasn't enough to save either one of them
Tapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka berdua
Because she took that sadness one step further
Karena dia membawa kesedihan itu satu langkah lebih jauh
And left him all alone to face the end
Dan meninggalkannya sendirian menghadapi akhir