Lirik Sa Pu Tanah Papua

Jancuk!

Koloni!
Cuk Korporasi!
Bangsat jajah negeri sendiri
Hilang hati nurani

Hutan dibakar atas nama pangan
Bulldozer meraung gemuruh pohon tumbang
Papua terancam punah dari peradaban
Masyarakat adat suku adalah penghalang

Tanah leluhur
Sagunya dikubur
Sawitnya yang subur
Babi penguasa yang makmur

Gathel!
Industri!
Taek Tirani!
Habis anak negeri dimakan ambisi

AAAAAAAA cukimaiseh!
Gigi tajam industri menyamar jadi arteri
Meronta merobek-robek muka bumi
Prematur yang dijejalkan dengan keuntungan di neraca
Senjakala kemakmuran hanya tertawa di dinding sekolah
Barisan makam tak bernama tapi bernyawa
Kau bilang ini kemajuan?
Keparat!
Sampai kapan senjatamu berhenti menyalak?
Sa pu kawan bernyanyilah!
Kasih naik lagumu menggema dan berjuang selamanya!

Sa pu tanah Papua

Lihatlah Papua hari ini
Jejak kekerasan dan eksploitasi masih berlanjut
Atas nama pembangunan dan investasi
Hari ini proyek strategis nasional kembali hadir
Dengan janji kesejahteraan
Tetapi kita bertanya, pembangunan untuk siapa?
Dan kesejahteraan buat siapa?

Bangsat!
Berkarat!
Peradaban sekarat!
Jangan terbungkam!
Berdiri Bersama!
Hadang jahanam!

Sa pu tanah Papua!

Makna lagu Sa Pu Tanah Papua

Lirik lagu ini punya makna sebagai bentuk protes keras terhadap eksploitasi Papua dan masyarakat adat atas nama pembangunan, industri, serta kepentingan ekonomi. Liriknya menggambarkan bagaimana hutan dibakar, tanah leluhur digusur, dan alam dieksploitasi demi keuntungan korporasi, sementara masyarakat asli justru dianggap sebagai penghalang. Ada kemarahan terhadap kondisi ketika pembangunan dan investasi hanya dilihat dari angka keuntungan, tanpa cukup mempertimbangkan kehidupan manusia, budaya, tanah, dan lingkungan yang terdampak. Pertanyaan “pembangunan untuk siapa?” dan “kesejahteraan buat siapa?” menjadi inti kritik lagu ini, seolah mempertanyakan apakah kemajuan benar-benar bisa disebut kemajuan jika ada masyarakat yang harus kehilangan tanah dan ruang hidupnya.

Di sisi lain, lagu ini bukan cuma berisi kemarahan, tetapi juga menjadi seruan untuk tidak diam dan terus memperjuangkan tanah Papua. Kalimat tentang “Sa pu tanah Papua” menunjukkan rasa memiliki, kecintaan, dan keterikatan yang kuat terhadap tanah leluhur. Ajakan untuk bernyanyi, berdiri bersama, dan tidak terbungkam menggambarkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan eksploitasi. Jadi, secara keseluruhan, lagu ini seperti suara dari mereka yang merasa tanah dan kehidupannya terus terancam, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga alam, menghormati hak masyarakat adat, dan mempertanyakan pembangunan yang hanya menguntungkan sebagian pihak.

Lirik Lagu Devadata

Selengkapnya

Berita Artis Terbaru