No-oh-oh
Nggak-oh-oh
Oh-oh
Oh-oh
Ha-ha-ha
Ha-ha-ha
Woah-oh-oh
Woah-oh-oh
I know it's been a while since our last conversation
Aku tahu sudah lama sejak terakhir kita bicara
But I guess it's part of growing up, yeah
Tapi aku rasa ini bagian dari proses dewasa, ya
Guess I started closing up
Kayaknya aku mulai menutup diri
You ain't ever come around
Kamu nggak pernah datang lagi
Why you acting like such a stranger?
Kenapa kamu bersikap seperti orang asing?
I'm fine
Aku baik-baik saja
'Cause I would never change up
Karena aku nggak akan pernah berubah
But I guess you really made it
Tapi aku rasa kamu benar-benar berhasil
Girl, I had my reason
Gadis, aku punya alasan
You knew how I was seasonal
Kamu tahu aku ini orang yang musiman
You always hit a feeling
Kamu selalu bisa merasakan
Until you started bleeding through
Sampai kamu mulai menunjukkan perasaanmu
Still to blame, I'm leaving
Masih jadi salahku, aku pergi
So I missed the chance to see it through
Jadi aku melewatkan kesempatan untuk menyelesaikannya
You were everything that I needed
Kamu adalah segalanya yang aku butuhkan
But now it's way too late to be missing you, oh
Tapi sekarang sudah terlambat untuk merindukanmu, oh
All of our friends have fallen asleep
Semua teman kita sudah tertidur
If I remember correctly
Kalau aku ingat dengan benar
We had stayed up late at night
Kita begadang sampai larut malam
It was only you and me
Hanya ada kamu dan aku
When I played you my songs
Saat aku memutar lagu-laguku untukmu
You would always sing along
Kamu selalu ikut bernyanyi
You know I never knew the meaning
Kamu tahu aku nggak pernah tahu artinya
Now wonder if I had told you
Sekarang aku penasaran jika aku memberitahumu
Just as close
Sebegitu dekat
If you would known about my feelings
Jika kamu tahu tentang perasaanku
Girl, I had my reason (I had my reason)
Gadis, aku punya alasan (aku punya alasan)
You knew how it was seasonal (it was seasonal)
Kamu tahu itu musiman (itu musiman)
You always hit a feeling (oh, yes, we did)
Kamu selalu bisa merasakan (oh, ya, kita bisa)
Until you started bleeding through (bleeding through)
Sampai kamu mulai menunjukkan perasaanmu (menunjukkan perasaanmu)
Still to blame, I'm leaving
Masih jadi salahku, aku pergi
So I missed the chance to see it through
Jadi aku melewatkan kesempatan untuk menyelesaikannya
You were everything that I needed
Kamu adalah segalanya yang aku butuhkan
But now it's way too late to be missing you, oh
Tapi sekarang sudah terlambat untuk merindukanmu, oh