Dirahasiakannya rintik rindunya
Pada dia
Pohon berbunga
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juli
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang meragu di jalan itu
Dan kau mampu begitu
Mengawalkan cintamu
Tapi aku tak mampu
Terpindah setelah banyak perpisahan
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juli
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon berbunga
Dan kau mampu begitu
Mengawalkan cintamu
Tapi aku tak mampu
Terpindah setelah banyak perpisahan
Terpindah menunggu di jalan itu
Tanpa kamu meneguhkanku
Datanglah usahakan penantian
Yang lama kupeluk sendiri
Dan kau mampu begitu
Mengawalkan cintamu
Tapi aku tak mampu
Terpindah setelah banyak perpisahan
Terpindah menunggu di jalan itu
Tanpa kamu meneguhkanku
Datanglah usahakan penantian
Makna di balik lagu 'Hujan Bulan Juni'
Hujan Bulan Juni yang dibawakan Dee Lestari menyimpan cerita tentang cinta yang tenang, sabar, dan penuh ketulusan. Diadaptasi dari puisi karya Sapardi Djoko Damono, lagu ini menceritakan seseorang yang memiliki perasaan begitu dalam tapi memilih untuk menahannya dengan bijak. Alih-alih memaksakan kehendak atau mengikuti ego, ia lebih memilih menerima keadaan dan tetap menyayangi orang yang dicintainya dengan penuh kesabaran.
Selain itu, lagu ini juga mengangkat makna cinta tanpa pamrih, yaitu mencintai dengan tulus tanpa berharap balasan. Sosok dalam lagu tersebut tetap memberikan doa dan perhatian dari kejauhan sambil menghargai proses yang sedang berjalan. Simbol hujan yang turun di bulan Juni adalah sesuatu yang terbilang tidak biasa dan melambangkan perasaan yang datang di waktu yang kurang tepat.