Semua sudah terlanjur haru
Aku di sini sedang berdiri bersamamu
Coba diam-diamkanlah dulu
Nanti 'kan tergilas oleh waktu
Masih di sini, tak henti-henti
Isak tangismu menghiasi hari
Terakhirku
Sudah 'kan pergi jauh
Sejauh-jauhnya
Senangkah?
Tutup mata, senangkah?
Usaikan saja, simbah di pipi
Wajah sembabmu mengantarkan hari
Senangkah?
Tutup mata, senangkah?
Tutup mata, senangkah?
Tutup mata, senangkah?
Selamat datang di pertunjukanku
Yang kusayang
Nyanyikan, anak-anakku
Kenanglah aku
Makna di balik lagu 'Pertunjukan Terakhir'
Pertunjukan Terakhir dari Danilla mengangkat tema kehilangan dan kematian dengan cara pandang yang menenangkan. Lagu ini menggambarkan bahwa kematian tidak selalu harus dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai akhir dari sebuah perjalanan hidup yang telah dijalani dengan baik. Dalam lagu ini, kematian digambarkan sebagai bentuk ketenangan dan hadiah terakhir setelah seseorang menyelesaikan perannya di dunia.
Liriknya mengandung pesan dari seseorang yang telah pergi kepada orang-orang yang ditinggalkan, seolah ingin mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Lagu yang ditulis bersama Otta Tarrega dan Lafa Pratomo ini juga lahir dari pengalaman kehilangan seorang sahabat, sehingga menjadi cara untuk memahami dan menerima duka dengan lebih lapang. Di saat yang sama, lagu ini mengingatkan kita yang masih hidup untuk terus menikmati, menghargai, dan menjalani kehidupan sebaik mungkin selama masih berada di atas panggung kehidupan masing-masing.