Aku telah membaca bulan Novembermu, disiksa oleh pengkhianat
Ended from wounds and buried underground
Berakhir dari luka dan terkubur di bawah tanah
Seconds of frightened wouldn't be forgotten
Detik-detik ketakutan takkan terlupakan
Happiness was fainted by soreness that painted
Kebahagiaan memudar oleh rasa sakit yang menghantui
Cries you sang as your prayers
Tangisan yang kau nyanyikan sebagai doa-doamu
With the shouts to carved your shatters
Dengan teriakan yang mengukir kepingan-kepinganmu
Ganbare..., you said
Ganbare..., katamu
Burned by sugar cane
Terbakar oleh tebu
Hang in there..., you said
Bertahanlah..., katamu
Let the dust remain
Biarkan debu tetap ada
Days of a sudden doll who slept with pains
Hari-hari seperti boneka tiba-tiba yang tidur dalam sakit
The last powerless crawled in a bloody chains
Yang terakhir tak berdaya merangkak dalam rantai berdarah
How could you build revenge while you calmed your heart?
Bagaimana kau bisa membangun balas dendam sementara hatimu tenang?
How could you woke your hate while death is the new bed?
Bagaimana kau bisa membangkitkan kebencianmu sementara kematian adalah tempat tidur yang baru?
Ganbare..., you said
Ganbare..., katamu
Burned by sugar cane
Terbakar oleh tebu
Hang in there..., you said
Bertahanlah..., katamu
Let the dust remain
Biarkan debu tetap ada
Ganbare..., you said
Ganbare..., katamu
Burned by sugar cane
Terbakar oleh tebu
Hang in there..., you said
Bertahanlah..., katamu
Let the dust remain
Biarkan debu tetap ada
Let the dust remain
Biarkan debu tetap ada
Let the dust remain
Biarkan debu tetap ada