ia menggunakan kain
as a lid
sebagai penutup
for the thorns
untuk duri-duri
that surrounds him
yang mengelilinginya
treats the glimmery wet thing
menganggap benda basah berkilau itu
as his breathe
sebagai napasnya
they let him fly
mereka membiarkannya terbang
land on foam
mendarat di busa
rage, rage
amarah, amarah
thats what he create
itulah yang dia ciptakan
a long flowing river
sebuah sungai panjang yang mengalir
who devours floating stuffs
yang melahap benda-benda yang mengapung
it became the center of attraction
itu menjadi pusat perhatian
amuses them without noticing
menghibur mereka tanpa disadari
the prairie demands of him
padang rumput menuntut darinya
everybody who smells
setiap orang yang mencium
is his bridge
adalah jembatannya
leaves led him to search
daun-daun membawanya untuk mencari
the night animal presents
hadiah dari hewan malam
its mountainous moves
gerakannya yang seperti pegunungan