Akhir-akhir ini, dia berusaha untuk melanjutkan hidupnya
She's got two grown kids always there by her side
Dia punya dua anak dewasa yang selalu ada di sampingnya
But her happiness lives on the edge of a knife
Tapi kebahagiaannya selalu di ambang kehampaan
And her sadness resides in a box in her mind
Dan kesedihannya terkurung dalam kotak di pikirannya
She's got too many tragedies weighing her down
Dia terbebani oleh terlalu banyak tragedi
But her mom's too sick, and her dad's not around
Tapi ibunya terlalu sakit, dan ayahnya tidak ada
Spending way too much time living under a cloud
Menghabiskan terlalu banyak waktu hidup dalam kesedihan
So, she can't even see a way out
Jadi, dia bahkan tidak bisa melihat jalan keluar
I think she knows it's not her fault
Aku rasa dia tahu ini bukan salahnya
It's just how it goes, when he never calls
Memang begitulah adanya, ketika dia tidak pernah menelepon
He promised her and gave his word
Dia berjanji padanya dan memberi kata-kata
But, instead, he broke it, along with her world
Tapi, malah dia ingkar janji, menghancurkan dunianya
It's the same old story
Ini cerita yang sama
Twenty years later
Dua puluh tahun kemudian
And she said "sorry"
Dan dia bilang "maaf"
For all that you've taken
Untuk semua yang telah kau ambil
And it kills me to see it
Dan rasanya menyakitkan melihatnya
But it's nothing new
Tapi ini bukan hal baru
She's blaming herself for everything that we went through
Dia menyalahkan dirinya sendiri untuk semua yang kami alami
But I blame it on you
Tapi aku salahkan kamu
I heard that you're still living up in your castle
Aku dengar kamu masih tinggal di istanamu
Trying to live your "happy ever after"
Berusaha menjalani "hidup bahagia selamanya"
You won't win a war 'cause you didn't even battle
Kamu tidak akan menang perang karena kamu tidak pernah berjuang
I guess that we never really mattered
Sepertinya kita tidak pernah berarti bagimu
I think she knows it's not her fault
Aku rasa dia tahu ini bukan salahnya
It's just how it goes, when he never calls
Memang begitulah adanya, ketika dia tidak pernah menelepon
He promised her and gave his word
Dia berjanji padanya dan memberi kata-kata
But, instead, he broke it, along with her world
Tapi, malah dia ingkar janji, menghancurkan dunianya
It's the same old story
Ini cerita yang sama
Twenty years later
Dua puluh tahun kemudian
She said "sorry"
Dia bilang "maaf"
For all that you've taken
Untuk semua yang telah kau ambil
And it kills me to see it
Dan rasanya menyakitkan melihatnya
But it's nothing new
Tapi ini bukan hal baru
She's blaming herself for everything that we went through
Dia menyalahkan dirinya sendiri untuk semua yang kami alami
So, don't you worry
Jadi, jangan khawatir
If you're not sorry
Jika kamu tidak merasa bersalah
I'll be the sad, her shoulder to cry on
Aku akan jadi bahu tempat dia bersandar
We'll blame it on you, blame it on you, blame it on you
Kita akan salahkan kamu, salahkan kamu, salahkan kamu
I guess I should thank you for dragging us under
Sepertinya aku harus berterima kasih padamu karena menarik kami ke bawah
You tore us apart but we ended up stronger
Kamu memisahkan kami, tapi kami justru jadi lebih kuat
And we blame it on you, blame it on you, blame it on you
Dan kita salahkan kamu, salahkan kamu, salahkan kamu
So, she's changed her story
Jadi, dia mengubah ceritanya
Twenty years later
Dua puluh tahun kemudian
She never said "sorry"
Dia tidak pernah bilang "maaf"
For the things that you've taken
Untuk semua yang kau ambil
And I love to see it
Dan aku senang melihatnya
She's like someone new
Dia seperti seseorang yang baru
No more blaming herself for everything that she went through
Tidak lagi menyalahkan dirinya sendiri untuk semua yang dia alami
She blames it on you
Dia salahkan kamu