Hari akhir pekan,
To Hell goes the phone.
Telepon ke neraka saja.
I must have heard that story a million times before.
Aku pasti sudah mendengar cerita itu sejuta kali sebelumnya.
No more wake up calls,
Tidak ada lagi panggilan bangun pagi,
At least not for a week or two.
Setidaknya tidak dalam satu atau dua minggu ke depan.
The plainest feeling, love,
Perasaan paling sederhana, sayang,
Ya know we'd daze a few.
Kau tahu kita akan terpesona sedikit.
No, I don't have the time of day.
Tidak, aku tidak punya waktu untuk itu.
There's just not enough time in a day for me.
Tidak ada cukup waktu dalam sehari untukku.
And this is for the best,
Dan ini yang terbaik,
Me seeing you less.
Aku melihatmu lebih sedikit.
Sleeping in is what you call the best.
Bermalas-malasan adalah apa yang kau sebut yang terbaik.
God I knows I'm plenty hurt,
Tuhan, aku tahu aku sangat terluka,
And better off alone.
Dan lebih baik sendirian.
I know I can do it,
Aku tahu aku bisa melakukannya,
But I'm not sure how.
Tapi aku tidak yakin bagaimana.
No, I don't have the time of day.
Tidak, aku tidak punya waktu untuk itu.
There's just not enough time in a day for me.
Tidak ada cukup waktu dalam sehari untukku.
(For me)
(Untukku)