Semua orang memanggilku si hitam, menangis;
negro, pero cariñoso.
Hitam, tapi penuh kasih sayang.
Yo soy como el chile verde, llorona;
Aku ini seperti cabai hijau, menangis;
picante, pero sabroso.
Pedas, tapi enak.
Bajabas del templo un día, llorona;
Suatu hari kau turun dari kuil, menangis;
cuando al bajar yo te vi.
Saat aku melihatmu saat kau turun.
Hermoso huipil llevabas, llorona,
Kau mengenakan huipil yang indah, menangis,
que la virgen te creí.
Sampai aku mengira kau adalah perawan.
Yo no se que tienen, las flores, llorona,
Aku tidak tahu apa yang dimiliki bunga-bunga itu, menangis,
las flores del camposanto.
Bunga-bunga dari pemakaman.
No se que tienen las flores, llorona,
Aku tidak tahu apa yang dimiliki bunga-bunga itu, menangis,
las flores del camposanto.
Bunga-bunga dari pemakaman.
Que cuando las mueve el viento, llorona;
Saat angin meniupnya, menangis;
parece que están llorando.
Seolah-olah mereka sedang menangis.
Ay' de mí llorona, llorona,
Oh, kasihan aku, menangis, menangis,
llorona, llevame al río.
Menangis, bawaku ke sungai.
Tápame con tu reboso, llorona,
Tutuplah aku dengan selendangmu, menangis,
porque me muero de frío.
Karena aku mati kedinginan.
Ven tápame, con tu reboso, llorona,
Ayo tutup aku dengan selendangmu, menangis,
porque me muero de frío.
Karena aku mati kedinginan.
Si, porque te quiero quieres, llorona;
Ya, karena aku mencintaimu, kau mau, menangis;
quieres que te quiera más.
Kau ingin aku mencintaimu lebih.
Si, porque te quiero quieres, llorona;
Ya, karena aku mencintaimu, kau mau, menangis;
quieres que te quiera más.
Kau ingin aku mencintaimu lebih.
Si ya te he dado la vida, llorona;
Jika aku sudah memberimu hidup, menangis;
¿Qué más quieres? ¿Quieres más?
Apa lagi yang kau mau? Kau mau lebih?