• Semua
  • Profil
  • Berita
  • Foto
  • Berita Foto
  • Video
  • Lirik

Lirik Der Weinende Hadnur (the Crying Hadnur) - Burzum

X

Tips Pencarian Lirik Favorit Anda

Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Hadnur the Blind shot the arrow that killed Fijo's good and
shining son. The gods could not utter a single word when they saw
what had happened. He understood that something was wrong, but
nobody said anything; not to him nor to anyone else. Not for a
while. He started to cry, feeling the terrible loss, but it was
too late. Beldegir was dead by his hands. He walked away, alone,
to his house, to cry and mourn in solitude. Hated by the others,
spurned by the others. He could not help it, he did know what
would happen when he shot that arrow. He did not mean to kill his
own brother.
Hadnur is waiting for the avenger to come, waiting for Woli to
kill him. He regrets deeply what he has done, but knows death is
the only solution. He will be back when the new world rises from
the ashes of the old. Then he will no longer be alone, he will
meet his brother Beldegir again, and embrace him in the grass
where Wuotan, his dear father, was killed by Fanjariho. Then he
will no longer by the crying demon.