Lagu Brenn ini rasanya seperti curhatan jujur setelah hubungan yang berantakan. Dari awal liriknya sudah kebaca banget ada penyesalan dan rasa bersalah yang belum selesai. Ada banyak hal yang ingin diucapkan, tapi rasanya percuma atau bahkan terlambat. Sosok "Franklin House" sendiri terasa seperti tempat penuh kenangan, tempat di mana semua luka dan cerita itu bermula.
Bagian paling nyesek ada di pengakuan bahwa ia merasa bisa "mengubah" pasangannya jadi lebih baik, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya menyelamatkan, ia malah merasa menghancurkan. Kalimat "I will survive, but I'll never recover" jadi highlight yang kuat, ini bukan sekadar putus cinta biasa. Ia mungkin bisa lanjut hidup, tapi bekasnya nggak akan benar-benar hilang.
Lagu ini bukan cuma tentang kehilangan orang yang dicintai, tapi juga tentang berdamai dengan kesalahan sendiri. Ada fase sadar diri, ada rasa bersalah, tapi juga ada penerimaan. Cocok banget buat kamu yang pernah ada di hubungan rumit, yang tahu sama-sama salah, sama-sama terluka, dan sama-sama nggak benar-benar jadi pemenang.