Lagu "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan" dari Bernadya menjadi seperti sisi lain dari perjalanan setelah kehilangan. Jika lagu "Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan" menggambarkan fase ketika seseorang masih terpuruk dan sulit menerima keadaan, lagu ini hadir dengan sudut pandang yang lebih dewasa: tentang seseorang yang akhirnya mulai memahami bahwa hal yang pergi mungkin memang bukan sesuatu yang ditakdirkan untuknya. Hal itu tergambar dari lirik "Ku dijauhkan dari yang tak ditakdirkan untukku", yang menunjukkan bahwa perpisahan yang dulu terasa menyakitkan ternyata bisa menjadi jalan menuju sesuatu yang lebih baik.
Lagu ini juga berbicara tentang proses menerima rencana hidup yang tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Lirik "Lebih percaya cara-caraku, pilih ragukan rencana Sang Maha Penentu" menggambarkan bagaimana manusia sering merasa paling tahu apa yang terbaik untuk dirinya, hingga lupa bahwa ada hal-hal yang memang berada di luar kendali. Namun, seiring waktu berjalan, ia mulai melihat bahwa setiap kejadian, baik kehilangan maupun perubahan, memiliki alasan tersendiri.
Bagian paling kuat dari lagu ini ada pada pengulangan kalimat "Untungnya, bumi masih berputar, untungnya ku tak pilih menyerah". Lirik tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun hidup sempat terasa berat, selalu ada kesempatan untuk menemukan kebahagiaan baru. Bernadya menggambarkan bahwa bertahan memang tidak selalu menjadi pilihan yang mudah, tetapi keputusan untuk terus berjalan bisa membawa kita menemukan hal-hal baik yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Pada akhirnya, "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan" adalah lagu tentang berdamai dengan masa lalu, mensyukuri perjalanan, dan percaya bahwa kehilangan bukan selalu akhir dari segalanya.