Tunggu kamu selesaikan semua kesibukan
Dering yang paling kunantikan
Akhirnya datang hanya menyapa sebentar
Pamit tidur duluan
Kumaklumi s'lalu
Kumengerti kamu
Punya sibuk lain
Tak harus aku, tak s'lalu aku
Lama-lama lelah juga aku
Seperti hanya aku yang butuhkan kamu
Lama-lama habis tenagaku
Bila bukan lagi aku tempat pulang yang kautuju
Jangan ulur waktu
Kumaklumi s'lalu
Kumengerti kamu
Punya sibuk lain
Tak harus aku, tak s'lalu aku
Kumaklumi s'lalu
Kumengerti kamu
Punya sibuk lain
Tak harus aku, tak s'lalu aku
Lama-lama lelah juga aku
Seperti hanya aku yang butuhkan kamu
Lama-lama (lama-lama) habis tenagaku
Bila bukan lagi aku tempat pulang yang kautuju
Jangan ulur waktu
Berusaha tetap kujaga
Sampai habis, tak tersisa tenaga yang kupunya
Kini tak lagi kunantikan
Lakukan semua senyamanmu saja
Ku menyerah
Makna Lagu Lama-Lama - Bernadya
Lagu "Lama-Lama" dari Bernadya menceritakan tentang seseorang yang perlahan mulai lelah dalam sebuah hubungan karena merasa hanya dirinya yang terus berusaha mempertahankan. Lagu ini menggambarkan rasa kecewa ketika seseorang selalu mencoba memahami kesibukan pasangannya, tetapi tidak mendapatkan perhatian yang sama. Hal itu terlihat dari lirik "Kumaklumi selalu, kumengerti kamu punya sibuk lain, tak harus aku, tak selalu aku", yang menunjukkan bahwa ia sebenarnya mencoba menerima keadaan, meski dalam hati mulai merasa tidak diprioritaskan.
Bagian paling emosional dari lagu ini ada pada lirik "Lama-lama lelah juga aku, seperti hanya aku yang butuhkan kamu". Kalimat tersebut menggambarkan titik ketika rasa sabar mulai berubah menjadi kelelahan. Bukan karena sudah tidak cinta, tetapi karena hubungan terasa berjalan satu arah. Ia terus menunggu, menjaga komunikasi, dan berharap menjadi tempat pulang bagi pasangannya, sementara dirinya mulai merasa tidak lagi menjadi pilihan utama.
Pada akhirnya, "Lama-Lama" menjadi lagu tentang seseorang yang belajar melepaskan setelah terlalu lama bertahan. Lirik "Berusaha tetap kujaga sampai habis, tak tersisa tenaga yang kupunya" menunjukkan bahwa ia sudah memberikan segalanya, tetapi tetap tidak bisa memaksakan seseorang untuk memilihnya. Lagu ini menggambarkan rasa pasrah yang pahit: mencintai seseorang, tetapi sadar bahwa cinta juga membutuhkan usaha dari kedua pihak agar tidak hanya menjadi perjuangan satu orang.