Lagu ini menggambarkan sosok yang punya segalanya secara materi, tapi tetap merasa kosong tanpa cinta. Dari awal liriknya sudah terlihat jelas: apa pun bisa diminta, dari barang mewah sampai liburan ke luar negeri. Semua tersedia, semua bisa diwujudkan. Tapi di balik flexing itu, sebenarnya ada satu hal yang nggak bisa dibeli, perasaan tulus.
Daftar brand dan destinasi yang disebutkan di lagu ini bukan cuma buat pamer, tapi jadi simbol betapa besarnya usaha si tokoh untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Ia rela memberikan apa saja, asal mendapatkan cinta sebagai balasannya. Di sini terlihat sisi "bucin" yang totalitas, bahkan sampai terkesan nekat dan nggak mikir panjang.
Bagian reff yang menegaskan "cinta membuat aku buta" dan "cinta membuat aku gila" jadi klimaks emosionalnya. Lagu ini seperti pengakuan jujur bahwa ketika seseorang sudah haus cinta, logika bisa kalah. Walaupun dikemas dengan beat ceria dan catchy, maknanya tetap relate: sebanyak apa pun harta yang dimiliki, kalau hati kosong, tetap saja terasa kurang.