Tuk yang terakhir kali
Hati yang patah berkali kali
Belajar mencintai setengah mati
Hooo
Semoga kamu akan terbiasa
Melihatku sebagai manusia
Yang bisa memilih tuk bahagia
Sebahagia kamu melukaiku
Biar jadi rahasia
Luka dan air mata
Yang tetap runtuh jatuh tersimpuh
Anggap saja ku baik saja
Semoga kamu akan terbiasa
Melihatku sebagai manusia
Yang bisa memilih tuk bahagia
Sebahagia kamu melukaiku
Sumpah mati takkan begini
Menyesalku setengah mati
Mati matian mencinta
Percuma
Semoga kamu akan terbiasa
Melihatku sebagai manusia
Yang bisa memilih tuk bahagia
Sebahagia kamu melukaiku
Melihatku sebagai manusia
Yang bisa memilih tuk bahagia
Sebahagia kamu melukaiku
Makna Lagu Aku Juga Manusia
Lagu "Aku Juga Manusia" ini berasa banget capeknya orang yang terlalu lama kuat sendirian. Dari awal liriknya udah keliatan kalau hatinya udah patah berkali-kali, tapi tetap aja masih nekat mencinta "setengah mati". Ada rasa lelah, tapi juga masih ada sisa harap. Kayak seseorang yang udah terlalu sering disakiti, tapi tetap berusaha bertahan demi cinta yang ternyata nggak seimbang.
Bagian paling ngena ada di lirik "melihatku sebagai manusia". Itu dalem banget, karena intinya dia cuma pengen diperlakukan sebagai manusia biasa yang bisa sakit, bisa kecewa, dan punya hak buat bahagia. Selama ini mungkin dia selalu mengalah, selalu memaklumi, sampai lukanya dipendam sendiri. Bahkan air mata pun dijadiin rahasia, pura-pura baik-baik aja padahal sebenarnya runtuh. Itu tuh real banget, kadang kita terlalu gengsi atau terlalu sayang sampai lupa jaga diri sendiri.
Di akhir lagu, ada campuran penyesalan dan kesadaran. "Mati-matian mencinta, percuma" jadi titik sadar kalau cinta yang diperjuangkan sendirian nggak akan pernah cukup. Lagu ini bukan cuma tentang patah hati, tapi juga tentang bangkit dan sadar kalau kita juga berhak milih bahagia meskipun tanpa dia. Intinya simpel tapi kuat: aku juga manusia, bukan tempat kamu seenaknya melukai