Lagu “17 to 70” ini vibes-nya manis banget, kayak surat cinta yang tulus dan nggak neko-neko. Dari awal liriknya udah nunjukin komitmen yang kuat: mau pas lagi ribet, lagi berisik, lagi sensitif, bahkan pas lagi nyebelin sekalipun, cintanya tetap stay. Ada kesan kalau hubungan ini bukan cuma tentang momen indah, tapi juga tentang saling nerima kekurangan. Kalimat kayak "when you walk away, I am here to stay" itu nunjukin kesetiaan yang nggak gampang goyah.
Bagian yang paling kerasa hangat itu pas dia cerita kalau tiap mau nangis, pasangannya selalu ada, ngasih ciuman, senyum hangat, dan rasa tenang. Jadi cinta di lagu ini tuh digambarin sebagai tempat pulang. Bukan cuma romantis, tapi juga jadi support system. Bahkan saat lagi overthinking atau lagi "bitter about love", dia tetap milih untuk mencintai orang itu. Intinya, ini cinta yang dewasa tapi tetap sweet.
Terus yang paling ikonik, bagian "When I am 70, would you call me seventeen?" itu gemes banget. Maknanya tuh pengin tetap diperlakukan dan dicintai dengan rasa yang sama kayak waktu masih muda. Walaupun umur nambah, perasaan tetap fresh kayak 17 tahun. Jadi lagu ini ngomongin tentang cinta yang tumbuh bareng waktu dari remaja sampai tua dan tetap hangat sampai akhir hayat. Cinta yang nggak cuma bertahan, tapi juga tetap terasa muda.