(Jangan datang lagi di kehidupanku)
Kurang apa diriku
Kurang baikkah padamu
Kau susah sengsara kau datang kepadaku
Tapi apa balasanmu kepada diriku
setelah berada kau campakkan diriku
Kau bagaikan kacang yang lupakan kulitnya
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Asal jangan kau datang
saat ada maunya
Karena ku sudah lupa
kamu itu siapa
Kurang apa diriku
Kurang baikkah padamu
Kau susah sengsara kau datang kepadaku
Tapi apa balasanmu kepada diriku
setelah berada kau campakkan diriku
Kau bagaikan kacang yang lupakan kulitnya
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Asal jangan kau datang
saat ada maunya
Karena ku sudah lupa
kamu itu siapa
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa
Asal jangan kau datang
saat ada maunya
Karena ku sudah lupa
kamu itu siapa
(Jangan datang lagi)
(Jangan datang lagi di kehidupanku)
Makna lagu Gapapa
Lirik lagu ini menceritakan tentang rasa kecewa terhadap seseorang yang hanya datang saat sedang membutuhkan bantuan, tetapi menghilang ketika hidupnya sudah membaik. Tokoh dalam lagu merasa telah memberikan perhatian dan dukungan tanpa pamrih, namun justru dibalas dengan pengkhianatan dan dilupakan. Meski harus menghadapi cibiran, dijauhi, bahkan diperlakukan tidak baik, ia memilih untuk menerima semuanya daripada kembali dimanfaatkan oleh orang yang sama.
Di balik nada yang tegas, lagu ini menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga harga diri dan tidak terus memberi kesempatan kepada orang yang hanya hadir karena ada maunya. Memaafkan bukan berarti harus membuka pintu untuk mereka kembali mengulang kesalahan. Lagu ini mengajak pendengar untuk belajar tegas dalam menjaga batasan, menghargai diri sendiri, dan berani berkata "jangan datang lagi" kepada orang-orang yang hanya hadir saat membutuhkan, tetapi tidak pernah benar-benar menghargai ketulusan yang pernah diberikan.