Berapa lama harus kurasa
Dada berdebar dan salah tingkah?
Dengan dirimu, dulu kucinta
Rasanya sama meski waktu berbeda
[Pre-Chorus]
Mungkin cinta habis di orang lama
Yang benar saja kini kupercaya
[Chorus]
Kamu lagi ujung-ujungnya
Yang akan aku pilih jadi satu-satunya
Kamu jangan ke mana-mana
Menetaplah di hati, habiskan waktu sama-sama
[Verse 2]
Masih kuingat lembut jarimu
Belai bibirku, buatku malu
[Pre-Chorus]
Mungkin cinta habis di orang lama
Yang benar saja kini kupercaya
[Chorus]
Kamu lagi ujung-ujungnya
Yang akan aku pilih jadi satu-satunya
Kamu jangan ke mana-mana
Menetaplah di hati, habiskan waktu sama-sama
[Bridge]
'Kan kubiarkan aromamu melekat di tubuhku
'Kan kuterima kamu kembali, sayang
[Chorus]
Kamu lagi ujung-ujungnya
Yang akan aku pilih jadi satu-satunya
Kamu jangan ke mana-mana
Menetaplah di hati, habiskan waktu sama-sama
(Kamu lagi ujung-ujungnya)
Yang akan aku pilih jadi satu-satunya
(Kamu jangan ke mana-mana)
(Menetaplah di hati) Habiskan waktu sama-sama
[Outro]
Apa-apa ingatnya kamu
Satu-satunya di hatiku
Kamu satu, kamu satu-satunya
Kamu satu-satunya
Kamu satu-satunya
Makna di balik lagu 'Ujung-Ujungnya Kamu'
Lagu Ujung-Ujungnya Kamu dari Andien bercerita tentang seseorang yang akhirnya sadar kalau sejauh apa pun ia melangkah atau mencoba membuka hati untuk orang lain, pada akhirnya perasaannya selalu kembali ke orang yang sama. Rasanya seperti sudah berputar ke mana-mana, tetapi hati tetap tahu ke mana harus pulang. Itulah yang membuat lagu ini terasa hangat sekaligus begitu dekat dengan kisah banyak orang.
Lagu yang menjadi bagian dari album Sehidup Semusik ini terinspirasi dari perjalanan cinta Andien dan sang suami yang sudah saling mengenal sejak 2002 sebelum akhirnya dipersatukan kembali. Lewat lagu ini, Andien menggambarkan bahwa cinta sejati bukan sekadar tentang bertemu orang baru, tetapi tentang menemukan sosok yang benar-benar mengenal diri kita apa adanya.