Tercipta sempurna
Sederhana
Satu yang kupunya
Setiap hari
Kusiram sendiri
Wahai melati
Kau cantik berseri
Sungguh kelabu
Kulukis indah rupamu
Oh.. sungguh layu
Harapanku kepadamu
Oh mengapa
Bunga di taman hatiku hanya satu
Oh menghilang
Bunga kesayanganku diambil orang
Mekarlah selamanya di taman yang lain
Sungguh kelabu
Kini tamanku tanpamu
Jangan kau layu
Semesta kan menjagamu
Oh mengapa
Bunga di taman hatiku hanya satu
Oh menghilang
Bunga kesayanganku diambil orang
Tak mengapa
Bila di taman hatiku tak berbunga
Bersenanglah
Bunga kesayanganku tumbuh bahagia
Makna Lagu Lihat Kebunku (Taman Bunga)
Lagu ini menggambarkan seseorang yang merawat perasaannya kepada satu orang dengan sepenuh hati. Sosok yang dicintainya diibaratkan sebagai bunga melati di taman yang ia jaga sendiri setiap hari. Ia merasa bunga itu begitu istimewa karena hanya ada satu yang ia miliki dan rawat. Namun, harapannya mulai runtuh ketika orang yang dicintainya pergi bersama orang lain. Kehilangan itu terasa menyakitkan karena ia sudah menaruh begitu banyak rasa dan harapan pada hubungan tersebut.
Meski harus menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya tak lagi bersamanya, perlahan ia belajar untuk mengikhlaskan. Ia berharap orang itu tetap tumbuh bahagia, meskipun bukan lagi di sisinya. Ada kesedihan karena taman hatinya kini kosong, tetapi ia tidak ingin kebahagiaan orang yang dicintainya ikut hilang hanya karena mereka tak bisa bersama. Pada akhirnya, lirik ini berbicara tentang cinta yang tulus, kehilangan, dan keberanian untuk merelakan seseorang demi kebahagiaannya sendiri.




















