Lirik lagu ini menggambarkan seseorang yang lagi berusaha ikhlas setelah disakiti oleh orang yang masih dia cintai. Dari awal kerasa banget kalau cintanya udah dalam, tapi kenyataannya harus terima kalau orang itu bukan jodohnya. Bahkan dia sampai "ngadu" ke Tuhan, minta dikuatkan dan dikasih sabar buat nerima kenyataan pahit bahwa orang yang dia sayang sekarang sudah bersama orang lain. Walaupun begitu, jujur di dalam hati, rasa cintanya belum hilang.
Di sisi lain, ada rasa kecewa yang cukup dalam karena merasa cuma dijadikan pelampiasan. Selama ini dia ngerasa sudah tulus menemani, ada di saat dibutuhkan, tapi ternyata cuma dianggap teman di masa sepi. Kata-kata sayang yang dulu dia percaya ternyata cuma sementara, bukan perasaan yang serius. Ini yang bikin dia bertanya-tanya, sebenarnya kurangnya dia di mana, karena sudah berusaha sepenuh hati tapi tetap disia-siakan.
Akhirnya, lagu ini jadi gambaran tentang perjuangan move on yang nggak gampang. Antara ingin ikhlas dan kenyataan bahwa hati masih belum bisa lepas. Ada campuran rasa sedih, kecewa, tapi juga usaha untuk menerima takdir. Pesannya cukup relate, kadang kita harus belajar melepaskan seseorang yang masih kita cinta, karena nggak semua perasaan bisa berakhir sesuai harapan.