Lirik Bukan Tanda Jasa - Abim Ngesti
X
Tips Pencarian Lirik Favorit Anda
Anda Mengetahui Judul dan Nama Penyanyi
- Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
- bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
- dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.
Anda Tidak mengetahui Judul Lagu, Tetapi Mengetahui Nama Penyanyi
- Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
- klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.
Anda Tidak Mengetahui Judul Lagu, Tetapi mengetahui Syair
- Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
Tanpamu tiada berarti
Tak mampu lagi berdiri
Cahaya kasihmu menuntunku
Kembali dalam dekapan tanganmu - Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
- Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.
TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI
- Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
- Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Mengalun kecapi tua
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia
Masih bergelora semangat didalam dada
Walau tubuh tlah renta termakan usia
Bukan tanda jasa atau istana dan harta
Tapi yang didambakan negeri yang sentosa
Kini tinggal tugas kita
Wahai generasi muda
Capai adil makmur bangsa, jaya
*
Mengalun kecapi tua
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia
Masih bergelora semangat didalam dada
Walau tubuh tlah renta termakan usia
Bukan tanda jasa atau istana dan harta
Tapi yang didambakan negeri yang sentosa
Kini tinggal tugas kita
Wahai generasi muda
Capai adil makmur bangsa, jaya
Mengalun kecapi tua
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia
Masih bergelora semangat didalam dada
Walau tubuh tlah renta termakan usia
Bukan tanda jasa atau istana dan harta
Tapi yang didambakan negeri yang sentosa
Kini tinggal tugas kita
Wahai generasi muda
Capai adil makmur bangsa, jaya
*
Mengalun kecapi tua
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia
Masih bergelora semangat didalam dada
Walau tubuh tlah renta termakan usia
Bukan tanda jasa atau istana dan harta
Tapi yang didambakan negeri yang sentosa
Kini tinggal tugas kita
Wahai generasi muda
Capai adil makmur bangsa, jaya
Mengalun kecapi tua
Dan suara sumbang menggema
Dia dendangkan balada
Juga kisah hidupnya, dia
Yang pernah merasakan
Pahitnya penjajahan
Norma kemanusiaan tlah sirna terabaikan
Yang pernah merasakan
Kerasnya perjuangan
Untuk kemerdekaan bangsa dan negerinya
Bertopang tongkat penyangga
Dan timpang langkah kakinya
Namun langkah nuraninya
Tegap tak tergoyahkan, dia