HOME » LIRIK LAGU » TERBARU » IWAN FALS
LIRIK LAGU IWAN FALS TERBARU



Para Penerka feat. NOAH


Bicarakan kehidupan, tentang manusia
Dengar para penerka saling menerka
Perhatikan keributan, pada sesama
Semua saling mencerca, saling mencela

Menghitam hati penuh kebencian bersahut-sahutan
Menebar kedengkian di kehidupan
Mereka berseru, menusuk jiwamu
Dengan cerita, dengan berita

Para pencela menaruh racun di mulutnya
Para penerka bercerita dengan prasangka
Prasangka buruknya

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Penerka dimana-mana, bagai monster merajalela
Pencela para pencela, sungguh busuklah hatinnya

Ini jamannya tikus mengaku macan
Kalaupun macan tapi macan peliharaan

Apa jadinya bila semua saling mencela
Anjing menggonggong kafilah berlalu

Apa jadinya bila semua saling mencela
Pendengki bengong diterkam rindu

Apa jadinya bila semua saling mencela
Saling mencela

Para pencela menaruh racun di mulutnya
Para penerka bercerita dengan prasangka
Prasangka buruknya

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Penerka dimana-mana, bagai monster merajalela
Pencela para pencela, sungguh busuk hatinya

Penerka banyak bicara, tak guna atau berguna
Merusak pikiran kita, prasangka berbusa-busa
Penerka dimana-mana, bagai monster merajalela
Pencela para pencela, sungguh busuk hatinnya

Yang Terlupakan feat. Noah


denting piano

kala -jemari menari

nada merambat pelan

di kesunyian malam

saat datang rintik hujan

bersama setiap bayang

yang pernah terlupakan



hati kecil berbisik

untuk kembali padanya

s'ribu kata menggoda

s'ribu sesal di depan mata

seperti menjelma

saat aku tertawa

kala memberimu dosa



ooo...maafkanlah

ooo...maafkanlah



reff: rasa sesal di dasar hati

diam tak mau pergi

haruskah aku lari dari

kenyataan ini

pernah kumencoba tuk sembunyi

namun senyummu

tetap mengikuti

Sujudku PadaMu


Kusebut namaMu di setiap doaku
Kusebut namaMu dalam sujudku
Kuberlindung padaMu dari keburukanku
Kuberlindung padaMu dari nafsuku

Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim

Hanya Engkau yang Maha Tahu segala aib dan dosaku
Dan hanya Engkau yang Maha Tahu, ya Allah

Astagfirullah, astagfirullah al-adzim

Hanya dengan mengingatMu hatiku tenang setiap waktu
Aku memohon ampunanMu, ya Allah

Astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah al-adzim
Hanya Engkau, ya Tuhan, yang Maha Tahu


Genangan Hujan


Sampai di mana aku tak tahu
Yang aku tahu terus melangkah menerjang bosan
Banyak cerita yang telah kita temui
Pasti berarti walau kadang tak peduli

Berkaca pada genangan hujan
Semerbak harum bunga-bunga liar
Senda gurau binatang malam
Mengantarku ke pembaringan

Bila dingin mengganggu kuhampiri kamu
Bila rindu bertalu aku di sampingmu
Kuselimuti dengan semangatku
Lalu kukisahkan mimpi yang sederhana

Telah kuminta kau untuk menemani
Perjalanan ini sudah terjadi
Jangan berpikir kapan akan berakhir
Aku bergelora kurasa kaupun bahagia

Berkaca pada genangan hujan
Semerbak harum bunga-bunga liar
Senda gurau binatang malam
Mengantarku ke pembaringan

Harapan Tak Boleh Mati


Kepiting kecil di atas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak
Kapal laut di trotoar jalan
Kesepian menunggu penumpang
Ada orang nyangkut diatap rumah
Motor dan mobilnya nyangsang di pohon

Doa sedih lagu sedih puisi sedih
Menghiasi televisi koran dan hari hari kami
Warnanya biru lebam kehitam hitaman
Baunya busuk merogoh sukma siapa saja
Sumbangan dan sukarelawan menumpuk
Kepanikan bertumpuk tumpuk

Balok balok kayu berceceran di jalanan
Sehabis menghantam siapapun
Ribuan bayi anak anak dan orang dewasa mati
Dan menjadi pengungsi di kota mati
Butuh waktu tahunan untuk menghidupi
Tapi ini semua kenyataan yang harus kita hadapi
Harapan tidak boleh mati
Walau masjid dipenuhi sampah dan orang mati

Oh negeriku sayang bangkit kembali
Jangan berkecil hati bangkit kembali
Oh yang ditinggalkan tabahlah sayang
Ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang

Kepiting kecil di atas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak
Kapal laut di trotoar jalan
Kesepian menunggu penumpang

Oh negeriku sayang bangkit kembali
Jangan berkecil hati bangkit kembali
Kau yang ditinggalkan tabahlah sayang
Ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang

Kepiting kecil di atas kasur
Terombang ambing mengikuti ombak

SHOW MORE








Lyrics Sitemap