HOME » LIRIK LAGU » R » RHOMA IRAMA » LIRIK LAGU RHOMA IRAMA

Sebujur Bangkai
oleh: Rhoma Irama

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Badan pun tak berharga sesaat ditinggal nyawaAnak isteri tercinta tak sudi lagi bersama
Secepatnya jasad dipendamSecepatnya jasad dipendamKarena tak lagi dibutuhkanDiri yang semula dipujaKini bangkai tak berguna
Dari kamar yang indah kasur empuk tilam putihKini harus berpindah terkubur dalam perut bumi
Kalau selama ini diri berhiaskanEmas intan permata bermandi cahayaTetapi kali ini di dalam kuburanGelap pekat mencekam tanpa seorang teman
Terputuslah pergaulanTerbujurlah sendirianDiri terbungkus kain kafan
Wajah dan tubuh indah yang dulu dipuja-pujaKini tiada lagi orang sudi menyentuhnya
Jadi santapan cacing tanahJadi santapan cacing tanahSampai yang tersisa kerangkaBegitulah suratan badanKe bumi dikembalikan
Kebanyakan manusia terlena sehingga lupaBahwa maut ‘kan datang menjelang