HOME » LIRIK LAGU » I » IWAN FALS » LIRIK LAGU IWAN FALS

Rubah
oleh: Iwan Fals

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Jaman berubah perilaku tak berubahOrang berubah tingkah laku tak berubahWajah berubah kok menjadi lebih susahManusia berubah berubah - rubah
Gandhi yang dicari yang ada komediRevolusi dinanti yang datang AzahariLembaga berdiri berselimut korupsiWibawa menjadi alat melindungi diri
Pendidikan adalah anak tiri yang kesepianAgama sebagai topeng yang menjijikkanKemiskinan merajalela yang kaya makin rakus sajaHukum dan kesehatan diperjual belikan
Kesaksian tergusur oleh kepentingan ngawurPemerintah keasyikan berpolitik (ngawur)Partai politik sibuk menuhankan uang (ngawur)Ada rakyat yang lapar makan daun dan arang
Televisi sibuk mencari iklanSementara banyak yang tunggu giliranRakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosongDimana aku apa ditelan tsunami ?