HOME » LIRIK LAGU » I » IWAN FALS » LIRIK LAGU IWAN FALS

Belalang Tua
oleh: Iwan Fals

X

TIPS PENCARIAN LIRIK FAVORIT ANDA

ANDA MENGETAHUI JUDUL DAN NAMA PENYANYI

  • Ketikkan nama penyanyi dan judul lagu, berikan tanda kutip di judul lagu, misal: Yovie "Menjaga Hati";
  • bila tidak berhasil, coba untuk mengilangkan tanda kutip, misal: Yovie Menjaga Hati; atau
  • dapat juga dengan mengeklik menu A B C D.., lalu cari berdasarkan nama artis. Yovie dimulai dengan Y, klik Y. Lihat daftar lagu, dan dapatkan yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI NAMA PENYANYI

  • Ketik nama penyanyi, misal: YOVIE, akan muncul banyak halaman, telusuri dan pilih dari halaman-halaman tersebut; atau
  • klik menu A B C D E ... berdasarkan nama artis Y, cari Yovie, dan cari lirik yang Anda cari.

ANDA TAK MENGETAHUI JUDUL LAGU, TAPI MENGETAHUI SYAIR

  • Ketikkan penggalan syair yang Anda ketahui, misal:
    Tanpamu tiada berarti
    Tak mampu lagi berdiri
    Cahaya kasihmu menuntunku
    Kembali dalam dekapan tanganmu
  • Masukkan kata-kata penting. Misal: tiada berarti berdiri cahaya dekapan.
  • Hindari kata-kata yang berkemungkinan memiliki ada dua versi atau lebih. Misal: tanpamu dapat ditulis tanpa mu.

TETAP TIDAK DAPAT MENEMUKAN LIRIK YANG ANDA CARI

  • Pilih menu A B C D E ... berdasarkan nama artis atau judul lagu.
  • Bila masih tidak dapat menemukan lirik yang Anda cari, mungkin kami bisa membantu Anda. Silakan menghubungi kami.
Belalang tua diujung daun warnanya kuning kecoklat-coklatanBadannya bergoyang ditiup anginMulutnya masih saja mengunyah tak kenyang-kenyangSudut mata kananku tak sengaja melihat belalang tua yang rakusSambil menghisap dalam rokokkuKutulis syair tentang hati yang khawatirSebab menyaksikan akhir dari kerakusanBelalang tua yang tak kenyang-kenyangSeperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyahKepalanya mendongak keatasMatanya melotot melihatku tak senang kakinya mencengkeram daunEmpat di depan dua di belakang bergerigi tajamSungutnya masih gagah menusuk langit berfungsi sebagai radarBelalang tua masih saja melihat marah ke arahkuAku menjadi grogi dibuatnya aku tak tahu apa yang dipikirkanTiba-tiba angin berhenti mendesir daunpun berhenti bergoyangWalau hampir habis daun tak jadi patahBelalang yang serakah berhenti mengunyahKisah belalang tua diujung daun yang hampir jatuh tetapi tak jatuhKisah belalang tua yang berhenti mengunyahSebab kubilang kamu serakahOo .. oo .. oo .. oo belalang tua diujung daunDengan tenang meninggalkan harta karunWarnanya hijau kehitam-hitamanBerserat berlendir bulat lonjong sebesar biji kapasAngin yang berhenti mendesirDigantikan hujan rintik-rintikAku yang menulis syairTentang hati yang khawatirTak tahu kapan kisah ini akan berakhir